

Review The Doll Ghawiah (5,5/10): Prekuel Boneka Bandung 1988
The Doll Ghawiah (2026)
- 29 Oktober 2026
- 1h 50m
- Indonesian
- D17+
- Di Bioskop
Pada 1988, sebuah keluarga pindah dari Jakarta ke Bandung dan tak lama kemudian mengalami kejadian-kejadian aneh yang berkaitan dengan seorang gadis kecil misterius dan bonekanya, Ghawiah, yang namanya berarti "tersesat." Film ini merupakan prekuel dari film-film horor The Doll sebelumnya.
Oleh Site Admin · · 3 menit baca
Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.
Tonton Trailer

Official Trailer
YouTube
Rating kami
- Cerita5
- Akting6
- Visual6.5
- Penyutradaraan5.5
- Musik5
Cocok untuk: Penggemar horor Indonesia dan film boneka berhantu
Cara kami memberi ratingDalam artikel ini
Review The Doll Ghawiah ini dimulai dari satu pertanyaan sederhana: masih bisakah penampilan keempat boneka berhantu membuat penonton tersentak? Guntur Soeharjanto menyutradarai film horor supernatural Indonesia ini, prekuel dari The Doll (2016), The Doll 2 (2017), dan The Doll 3 (2022). Ulasan yang tersedia masih sedikit menjelang perilisannya pada 29 Oktober 2026, sehingga review ini bertumpu pada premis, trailer, dan laporan awal.
Review The Doll Ghawiah: Ceritanya Sejauh Ini (Tanpa Spoiler)
Cerita dimulai pada 1988, ketika sebuah keluarga pindah dari Jakarta ke Bandung. Sebuah kecelakaan di Jalan Babakan Siliwangi menjadi pemicu segalanya. Nala bertemu seorang gadis kecil misterius dan bonekanya di hutan terdekat.
Nama boneka itu Ghawiah, yang berarti "tersesat." Tak lama setelah pertemuan itu, kejadian-kejadian aneh mulai mengusik warga sekitar. Hanya sampai di situ review ini bercerita, karena keseruan film ini ada pada rasa ngeri yang dibangun perlahan.
Ceritanya terasa seperti legenda urban khas Bandung. Riheam Junianti menulis skenarionya, dan premisnya mudah diikuti meski Anda belum menonton film-film sebelumnya.
Yang Berhasil di The Doll Ghawiah
Kartu terkuatnya adalah latar zamannya. Salah satu review awal dari Indonesia menyebut latar 1988 sebagai kekuatan menonjol, dan itu pilihan yang cerdas. Rumah-rumah tua, jalanan yang lebih sepi, dan hutan di pinggir kota memberi film horor rasa terisolasi yang alami.
Struktur prekuel juga membantu penonton baru. Anda bisa menikmatinya sebagai kisah hantu yang berdiri sendiri, sementara penggemar waralaba mendapat asal-usul karakter paling menyeramkannya.
Atmosfer: Hutan, kecelakaan di tepi jalan, dan legenda gadis yang hilang adalah bahan klasik, dan trailer menunjukkan semuanya digarap dengan cermat.
Konsep dan sinematografi: Bahkan penonton yang kurang menyukai sebagian trailer memuji keduanya.
Ambisi layar lebar: Film ini dipromosikan dengan trailer IMAX, yang menandakan dorongan pada tata suara dan skala.
Pemeran dan Akting The Doll Ghawiah
Jajaran pemeran The Doll Ghawiah dipimpin Titi Kamal sebagai Evi dan Darius Sinathrya sebagai Arya. Keduanya wajah yang akrab di perfilman Indonesia, dan menjadi jangkar keluarga yang diteror. Sara Wijayanto memerankan Laras.
Para pemain muda memikul banyak rasa takutnya. Aisyah Aqilah tampil sebagai Gita, Laura Moane sebagai Nala, dan Fara Shakila sebagai Uci. Dalam film horor yang berpusat pada boneka dan gadis misterius, pemeran anak sering menentukan apakah terornya berhasil.
Saya belum melihat cukup banyak cuplikan jadi untuk menilai akting masing-masing secara mendalam. Di atas kertas, perpaduan pemeran senior dan aktor muda cocok dengan materinya.
Di Mana The Doll Ghawiah Tersandung
Review awal yang sama yang memuji latarnya juga mencatat bahwa formula horornya tidak sepenuhnya baru. Boneka berhantu, anak hilang, dan teror keluarga adalah wilayah yang sudah sering dijelajahi. Jika Anda sudah bosan, sapuan baru bernuansa 1988 mungkin belum cukup.
Ada pula peringatan soal suara si boneka. Seorang penonton di komentar trailer IMAX berpendapat suara itu melemahkan horornya. Itu bukan review resmi, tetapi menunjukkan risiko nyata: boneka yang berbicara bisa bergeser dari menyeramkan menjadi lucu tanpa disengaja.
Konsensus kritikus belum ada. Skor agregat belum tersedia dan rating penonton masih terlalu sedikit untuk dijadikan acuan, jadi sikapi setiap opini awal dengan hati-hati.
Apakah The Doll Ghawiah Layak Ditonton?
Ya, jika Anda menikmati horor Indonesia dan ingin kisah hantu berlatar zaman dengan daya tarik yang familier namun bisa diandalkan. Ini rekomendasi yang moderat, bukan tontonan wajib.
Film ini tampak atmosferik dan tergarap baik, dan latar Bandung 1988 memberinya identitas. Di sisi lain, formulanya mudah ditebak dan suara si boneka bisa melemahkan ketegangan. Jika Anda menyukai film-film sebelumnya, tanggal rilis The Doll Ghawiah pada 29 Oktober 2026 layak dicatat. Penonton baru bisa mulai dari sini, karena ini adalah prekuel.
Jelajahi lebih banyak review film horor atau ulasan kami tentang Songko untuk teror cerita rakyat lokal lainnya. Untuk informasi latar, lihat ulasan The Doll Ghawiah di Movies & Mania. Penggemar teka-teki mungkin juga menyukai review film misteri.
Siapa yang Akan Menikmati The Doll Ghawiah
Penggemar seri The Doll yang ingin tahu asal-usul Ghawiah.
Penonton yang menyukai horor Indonesia berlatar zaman dengan akar legenda urban.
Siapa pun yang mencari kisah hantu sinematik dengan tata suara kuat, bukan drama yang lambat.
Kelebihan
- Latar Bandung 1988 yang atmosferik
- Prekuel yang ramah bagi penonton baru
- Sinematografi apik berdasarkan kesan dari trailer
Kekurangan
- Formula boneka berhantu yang sudah familier
- Suara si boneka bisa melemahkan teror
- Belum banyak konsensus kritikus
Kesimpulan Kami
Latar era 1988 yang menjanjikan memberi prekuel boneka berhantu ini tampilan yang khas, tetapi formulanya sudah familier dan suara si boneka berisiko. Pilihan yang cukup layak bagi penggemar waralaba ini.
Pemeran & Kru
Guntur SoeharjantoSutradara
Titi KamalEvi
Darius SinathryaArya
Sara WijayantoLaras
Aisyah AqilahGita
Laura MoaneNala
Fara ShakilaUci
Foto: TMDB, Netmediatama / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons, Robert Harianto / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan The Doll Ghawiah dirilis?
The Doll Ghawiah (2026) tayang di bioskop pada 29 Oktober 2026.
Siapa sutradara The Doll Ghawiah?
The Doll Ghawiah (2026) disutradarai oleh Guntur Soeharjanto.
Siapa saja pemeran The Doll Ghawiah?
Pemeran utamanya antara lain Titi Kamal, Darius Sinathrya, Sara Wijayanto, Aisyah Aqilah, dan Laura Moane.
Berapa durasi The Doll Ghawiah?
The Doll Ghawiah (2026) berdurasi 110 menit (1j 50m).
Apa klasifikasi usia The Doll Ghawiah?
The Doll Ghawiah (2026) berklasifikasi D17+.
Di mana saya bisa menonton The Doll Ghawiah?
The Doll Ghawiah (2026) belum memiliki jadwal rilis streaming yang dikonfirmasi. Kami akan memperbarui halaman ini begitu platformnya diumumkan.
Apakah The Doll Ghawiah layak ditonton?
Layak dilirik bagi penggemar horor Indonesia yang menyukai latar era lampau. Formulanya sudah familier, jadi harapkan atmosfer ketimbang kejutan.
Apakah saya harus menonton film The Doll sebelumnya?
Tidak. The Doll Ghawiah adalah prekuel dari The Doll, The Doll 2, dan The Doll 3, dan ceritanya bisa dinikmati sebagai kisah hantu yang berdiri sendiri.
Apa arti Ghawiah?
Ghawiah adalah nama si boneka dan berarti "tersesat."
Ditulis oleh
Site AdminSite Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.




