
Review Tron: Ares (6,4/10): Neon Memukau, Sirkuit Hampa
Tron: Ares (2025)
- 8 Oktober 2025
- 1h 59m
- English
- PG-13
- Streaming
Sebuah program super canggih bernama Ares dikirim dari dunia digital ke dunia nyata dalam misi berbahaya. Ini adalah pertemuan pertama umat manusia dengan makhluk A.I., dan taruhannya naik dengan cepat bagi semua pihak yang terlibat.
Tempat Menonton
Oleh Site Admin · · 3 menit baca
Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.
Rating kami
- Cerita5.5
- Akting6.5
- Visual8.5
- Penyutradaraan6.5
- Soundtrack7.5
Cocok untuk: Penggemar aksi fiksi ilmiah yang mengutamakan visual daripada cerita
Cara kami memberi ratingDalam artikel ini
Review Tron: Ares ini diawali dengan satu poin sederhana: Grid belum pernah tampil seindah ini, meski ceritanya terasa tipis. Joachim Rønning menyutradarai sekuel aksi fiksi ilmiah yang akhirnya menyeret mesin-mesin bercahaya khas waralaba ini ke dunia kita. Idenya berani, sementara eksekusinya terang namun aman.
Review Tron: Ares: Sekilas Ceritanya (Tanpa Spoiler)
Plot Tron: Ares berpusat pada Ares, program canggih yang dikirim keluar dari dunia digital dalam misi berisiko. Di dunia nyata, ia menjadi makhluk A.I. pertama yang pernah ditemui manusia. Itu saja sudah menjadi daya tarik film ini, dan tagline-nya, "No going back," merangkum tekanan yang ada.
Dunia nyata juga menjadi medan pertempuran korporasi. Julian Dillinger memimpin perusahaan teknologi dengan ambisi besar, sementara Eve Kim berada di sisi lain dalam perlombaan memperebutkan teknologi tersebut. Persaingan mereka menggerakkan babak pertama dan berlangsung di kedua dunia.
Jika Anda belum menonton film-film sebelumnya, Anda tetap bisa mengikuti ceritanya. Namun, penggemar serial ini akan menangkap lebih banyak referensi, dan sejumlah penonton menyebut keterkaitan lore-nya terbayar di kemudian hari.
Yang Berhasil di Tron: Ares
Visual menjadi sorotan utama. Light cycle, identity disc, dan sirkuit bercahaya tampil tajam, dan film ini mendorong tampilan yang dibangun di Tron: Legacy lebih jauh lagi. Bagi banyak penonton, desainnya saja sudah cukup untuk menjustifikasi layar besar.
Ide intinya juga punya energi. Memindahkan makhluk digital ke dunia kita menghadirkan momen fish-out-of-water yang menyenangkan dan aksi yang mulus. Berikut elemen-elemen terkuatnya:
Desain aksi yang halus dan inventif pada sekuen digital
Tampilan neon memukau yang layak untuk waralaba ini
Musik elektronik yang menghentak, dengan Nine Inch Nauts menyumbangkan lagu "I Know You Can Feel It"
Durasi ringkas 119 menit yang menjaga tempo tetap bergulir
Aksinya secara teknis mengesankan. Beberapa penonton menyebut adegan-adegan besarnya keren dan tertata dengan baik, meski mereka menginginkan bobot emosional yang lebih kuat di baliknya.
Pemeran dan Akting Tron: Ares
Jajaran pemain Tron: Ares dipimpin Jared Leto sebagai Ares. Ia memerankan program tersebut dengan ketenangan yang dingin dan berjarak, cocok untuk sosok yang sedang belajar memahami manusia. Ini sesuai dengan konsepnya, meski membuat karakternya terasa berjarak.
Greta Lee menghadirkan kehangatan sebagai Eve Kim dan menjadi sosok paling mudah dirasakan kedekatannya di film ini. Evan Peters memerankan Julian Dillinger, sosok korporat yang ambisius, dan Gillian Anderson tampil sebagai Elisabeth Dillinger. Jodie Turner-Smith berperan sebagai Athena, dan Jeff Bridges kembali sebagai Kevin Flynn, sebuah penghormatan yang akan dihargai penggemar lama.
Para aktornya tampil all-out, tetapi naskahnya memberi ruang terbatas. Para villain dan sekutu cenderung berbicara secara garis besar, sehingga penampilan mereka terasa cukup memadai, bukan berkesan.
Di Mana Tron: Ares Tersandung
Masalah terbesarnya ada pada kisah manusianya. Kritikus dan penonton sama-sama menilai plotnya terasa familier, dengan spionase korporat dan kecemasan soal A.I. yang tidak menambahkan banyak hal baru. Adegan-adegan awal bisa terasa datar sebelum film menemukan pijakannya.
Emosi dan Orisinalitas
Aksinya tampak hebat, tetapi sering kekurangan taruhan yang benar-benar terasa. Seorang penonton membandingkannya kurang menguntungkan dengan Tron: Legacy dalam hal bobot emosional. Penonton lain merasa film ini bermain terlalu aman, sehingga spektakelnya mengalahkan hatinya.
Reaksi penonton terbelah. Pengguna TMDB memberi nilai 6,4 dari 10, dengan pujian untuk visual dan keluhan soal cerita yang mudah ditebak. Anda bisa menjelajahi lebih banyak Action movie reviews di situs kami jika ingin membandingkan tontonan spektakel serupa.
Apakah Tron: Ares Layak Ditonton?
Ya, Tron: Ares layak ditonton jika Anda menginginkan tontonan fiksi ilmiah yang stylish dan bisa memaafkan cerita yang konvensional. Film ini unggul dalam suara dan gambar, serta menjadi tontonan yang cepat dan ringan dengan durasi di bawah dua jam. Hanya saja, jangan berharap gagasan mendalam tentang kecerdasan buatan.
Film ini paling terasa dampaknya di layar besar dengan tata suara yang kuat. Jika Anda lebih peduli pada karakter dan tema segar, Anda mungkin hanya menganggapnya lumayan. Untuk melihat genre ini lebih luas, lihat Adventure movie reviews, atau baca Altered Review: A Gritty Pick for Dystopian Sci-Fi Action Fans untuk pilihan aksi fiksi ilmiah lainnya.
Untuk latar belakang waralaba dan produksinya, Tron: Ares di IMDb adalah rujukan yang praktis. Tanggal rilis Tron: Ares adalah 8 Oktober 2025.
Siapa yang Akan Menikmati Tron: Ares
Penggemar waralaba Tron yang menyukai tampilan neon dan suara elektroniknya
Penonton yang menginginkan petualangan aksi fiksi ilmiah layar lebar dengan efek memukau
Penonton kasual yang menikmati tema A.I. tanpa perlu kedalaman
Review Tron: Ares ini bermuara pada satu gagasan: sebuah mesin yang indah dengan jiwa yang sederhana.
Kelebihan
- Visual dan efek neon yang memukau
- Aksi yang tertata apik dan inventif
- Soundtrack elektronik yang kuat
- Leto dan Lee memberi pijakan bagi cerita
Kekurangan
- Alur familier dan mudah ditebak
- Aksi minim bobot emosional
- Villain dan dialog yang tipis
Kesimpulan Kami
Tron: Ares adalah sekuel yang tampan dan menggelegar, unggul dalam tontonan visual dan suara, tetapi bermain aman dalam cerita. Tontonan yang solid bagi penggemar waralaba dan pencinta efek visual.
Pemeran & Kru
Joachim RønningSutradara
Jared LetoAres
Greta LeeEve Kim
Evan PetersJulian Dillinger
Gillian AndersonElisabeth Dillinger
Jodie Turner-SmithAthena
Jeff BridgesKevin Flynn
Foto: Gage Skidmore / CC BY-SA 3.0 via Wikimedia Commons, Jesse Kornblum / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons, SpiritedMichelle / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons, TMDB
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Tron: Ares dirilis?
Tron: Ares (2025) dirilis di bioskop pada 8 Oktober 2025.
Siapa sutradara Tron: Ares?
Tron: Ares (2025) disutradarai oleh Joachim Rønning.
Siapa saja pemain Tron: Ares?
Pemeran utamanya meliputi Jared Leto, Greta Lee, Evan Peters, Gillian Anderson, dan Jodie Turner-Smith.
Berapa durasi Tron: Ares?
Tron: Ares (2025) berdurasi 119 menit (1j 59m).
Apa rating usia Tron: Ares?
Tron: Ares (2025) berating PG-13.
Di mana saya bisa menonton Tron: Ares?
Ketersediaan streaming berbeda di tiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terkini.
Apakah Tron: Ares layak ditonton?
Ya, jika Anda menginginkan visual memukau dan aksi yang mulus. Ceritanya familier, sehingga film ini paling pas dinikmati sebagai tontonan spektakel, bukan kisah fiksi ilmiah yang mendalam.
Apakah saya perlu menonton film Tron sebelumnya?
Tidak wajib. Film ini punya cerita sendiri, tetapi penggemar film-film sebelumnya akan menangkap lebih banyak referensi, termasuk kembalinya Jeff Bridges sebagai Kevin Flynn.
Siapa bintang Tron: Ares?
Jared Leto memerankan Ares, bersama Greta Lee, Evan Peters, Gillian Anderson, Jodie Turner-Smith, dan Jeff Bridges.
Ditulis oleh
Site AdminSite Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.





