Langsung ke konten
Nonton1234
Poster Alas Roban (2026)

Ulasan Alas Roban: Jalan Angker, Teror Hambar, Satu Penampilan Menonjol

Alas Roban (2026)

  • 15 Januari 2026
  • 1h 51m
  • Indonesian
  • 17+ (Indonesia)
  • Streaming

Setelah bus mereka mogok di jalur legendaris Alas Roban di Jawa Tengah, seorang ibu tunggal dan putri kecilnya menghadapi malam penuh teror gaib. Untuk bertahan hidup, mereka harus menembus hutan dan mengungkap rahasia kuno yang menghantuinya.

Bagikan:
Ulasan

Oleh Site Admin · · 3 menit baca

Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.

Tonton Trailer

Alas Roban — Official Trailer

Official Trailer

YouTube

5.4dari 10

Rating kami

  • Cerita5
  • Akting6.5
  • Visual6
  • Penyutradaraan5
  • Musik5

Cocok untuk: Penggemar horor cerita rakyat Indonesia

Cara kami memberi rating
Dalam artikel ini
  1. Ulasan Alas Roban: Sinopsis Singkat (Tanpa Spoiler)
  2. Kelebihan Alas Roban
  3. Pemeran dan Akting Alas Roban
  4. Di Mana Alas Roban Tersandung
  5. Apakah Alas Roban Layak Ditonton?
  6. Siapa yang Akan Menikmati Alas Roban

Ulasan Alas Roban ini dimulai dari pertanyaan sederhana: bisakah jalan angker yang terkenal menopang seluruh film? Sutradara Indonesia Hadrah Daeng Ratu yakin bisa, dan membangun horor-misteri di seputar salah satu legenda hantu paling terkenal di Jawa Tengah. Hasilnya punya atmosfer dan satu penampilan apik, tetapi kesulitan mengubah cerita rakyat menjadi ketakutan yang sesungguhnya.

Ulasan Alas Roban: Sinopsis Singkat (Tanpa Spoiler)

Alur Alas Roban mengikuti Nursita, ibu tunggal yang diperankan Michelle Ziudith, dan putrinya, Gendis. Bus mereka mogok di jalur Alas Roban, ruas jalan yang menurut cerita rakyat setempat dianggap angker. Apa yang bermula sebagai penundaan akibat sial berubah menjadi malam yang mengerikan.

Perjalanan itu memaksa keduanya masuk ke hutan dengan berjalan kaki. Di sepanjang jalan, mereka bertemu sosok-sosok aneh dan kekuatan yang meresahkan, lalu mulai merasa bahwa tanah itu menyimpan rahasia lama. Hanya sejauh itu yang akan kami ungkap di sini.

Premis yang rapi untuk drama-horor-misteri. Seorang ibu yang melindungi anaknya adalah jangkar emosi yang mudah dipahami, dan jalan itu memberi film ini rasa tempat yang melekat.

Kelebihan Alas Roban

Lokasi adalah aset terbaik film ini. Jalan hutannya terasa sepi dan seolah mengawasi, dan salah satu pengulas secara khusus memuji pengambilan gambar udara jalur tersebut. Pemandangan luas itu membuat para karakter tampak kecil di antara pepohonan, persis perasaan yang dibutuhkan cerita seperti ini.

Inti hubungan ibu dan anak juga memberi film ini pusat yang manusiawi. Bahkan saat teror gagal mengena, Anda tetap peduli apakah keduanya selamat melewati malam. Benang emosional itulah yang membedakannya dari sekadar wahana rumah hantu.

Unsur misterinya juga membantu. Alih-alih melempar kejutan acak, naskahnya terus memberi petunjuk tentang sejarah tersembunyi di balik teror itu. Penggemar horor cerita rakyat Indonesia akan mengenali daya tarik legenda yang berakar kuat pada tradisi bertutur setempat.

Pemeran dan Akting Alas Roban

Jajaran pemeran Alas Roban dipimpin Michelle Ziudith sebagai Nursita, dengan Rio Dewanto sebagai Supriyanto dan Fara Shakila sebagai Gendis. Taskya Namya berperan sebagai Tika, Imelda Therinne tampil sebagai Dewi Raras, dan Dewi Pakis memerankan Bu Emah.

Di antara mereka, Taskya Namya adalah nama yang terus disebut para kritikus. Beberapa pengulas menyebut aktingnya sebagai elemen terkuat film ini, dan ia menghadirkan karisma yang tidak selalu pantas mendapat dialog yang lebih kaku.

Ziudith memberi sang ibu naluri protektif yang meyakinkan, sesuai dengan sisi bertahan hidup film ini. Para pemeran pendukung bekerja dengan solid, meski sering terhambat oleh penulisan yang tidak rata, bukan oleh pilihan mereka sendiri.

Di Mana Alas Roban Tersandung

Keluhan terbesar ada pada pengerjaannya. Para pengulas menyebut temponya tidak rata, dialognya kaku, dan jump scare-nya murahan. Ketika film horor bersandar pada suara keras alih-alih ketegangan, jalan angkernya kehilangan aura mengancam.

Ada pula kesan terlalu penuh. Seorang kritikus menilai film ini mencoba menyulap terlalu banyak alur cerita sekaligus, sementara yang lain menganggap plotnya mudah ditebak. Dua masalah itu terdengar bertolak belakang, tetapi saling melengkapi: banyak benang cerita, sedikit kejutan.

Sambutan sejauh ini beragam cenderung negatif. IMDb berada di 6.2/10 dari sedikit penilaian, sementara skor penonton Letterboxd dan TMDB lebih rendah. Dengan jumlah suara sekecil itu, anggap angka-angka tersebut hanya sebagai panduan kasar.

Apakah Alas Roban Layak Ditonton?

Tergantung apa yang Anda cari, tetapi bagi kebanyakan penonton film ini tontonan biasa saja, bukan wajib tonton. Jika Anda penasaran dengan legenda Alas Roban dan menyukai horor Indonesia yang atmosferik, ada cukup alasan untuk menghabiskan 111 menit. Jika Anda mencari teror tajam atau penceritaan yang rapat, Anda mungkin kecewa.

Film ini berklasifikasi 17+ di Indonesia, sehingga tidak ditujukan untuk penonton yang lebih muda. Untuk tontonan serupa, telusuri ulasan film horor atau ulasan film misteri kami.

Tanggal rilis Alas Roban adalah 15 Januari 2026, dan trailer menunjukkan penayangan di bioskop Indonesia. Detail film ini juga tercantum di IMDb. Jika Anda menyukai karya lain sang sutradara, ulasan Jangan Buang Ibu kami memperlihatkan sisi Hadrah Daeng Ratu yang sangat berbeda.

Siapa yang Akan Menikmati Alas Roban

  • Penggemar horor cerita rakyat Indonesia yang menyukai kisah dengan lokasi angker.

  • Penonton yang lebih menghargai kisah bertahan hidup ibu dan anak daripada kekerasan tanpa henti.

  • Siapa pun yang ingin melihat penampilan menonjol Taskya Namya.

Kelebihan

  • Latar hutan yang mencekam dengan pengambilan gambar udara yang memukau
  • Penampilan kuat Taskya Namya
  • Inti emosional hubungan ibu dan anak

Kekurangan

  • Tempo tidak rata dan dialog kaku
  • Jump scare murahan
  • Terlalu banyak alur cerita dan plot yang mudah ditebak

Kesimpulan Kami

Alas Roban punya latar yang memikat dan penampilan menonjol dari Taskya Namya, tetapi teror yang lemah dan naskah yang berantakan membuatnya gagal benar-benar menghantui Anda. Layak ditonton bagi penggemar cerita rakyat, tetapi bukan yang terbaik di genrenya.

Pemeran & Kru

Foto: TMDB, Netmediatama / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons, Vectorized by Mars1515323 / Public domain via Wikimedia Commons

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan Alas Roban dirilis?

Alas Roban (2026) dirilis di bioskop pada 15 Januari 2026.

Siapa sutradara Alas Roban?

Alas Roban (2026) disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu.

Siapa saja pemeran Alas Roban?

Pemeran utamanya antara lain Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Fara Shakila, Taskya Namya, dan Imelda Therinne.

Berapa durasi Alas Roban?

Alas Roban (2026) berdurasi 111 menit (1j 51m).

Apa klasifikasi usia Alas Roban?

Alas Roban (2026) berklasifikasi 17+ (Indonesia).

Di mana saya bisa menonton Alas Roban?

Ketersediaan streaming berbeda di tiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terkini.

Apakah Alas Roban layak ditonton?

Hasilnya campur aduk. Latar hutan angker dan akting Taskya Namya menonjol, tetapi tempo yang tidak rata dan teror murahan menghambatnya.

Siapa bintang Alas Roban?

Michelle Ziudith memimpin sebagai Nursita, bersama Rio Dewanto, Fara Shakila, Taskya Namya, Imelda Therinne, dan Dewi Pakis.

Apakah Alas Roban berdasarkan kisah nyata?

Film ini tidak disajikan sebagai kisah nyata. Ceritanya terinspirasi dari cerita rakyat setempat tentang jalan Alas Roban di Jawa Tengah yang konon angker.

S

Ditulis oleh

Site Admin

Site Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.

Laporkan kesalahan

Jelajahi Lainnya

Lihat semua