

Reza Rahadian Jadi Jangkar Drama Aktivis yang Menghantui: Review Laut Bercerita
Laut Bercerita (2026)
- 29 Oktober 2026
- 2h 13m
- Indonesian
- 17+
- Di Bioskop
Berlatar bulan-bulan terakhir rezim Orde Baru di Indonesia, film ini mengikuti seorang aktivis mahasiswa muda yang bergabung dengan gerakan prodemokrasi bawah tanah. Ketika ia dihilangkan secara paksa, keluarganya memulai pencarian panjang demi keadilan.
Oleh Site Admin · · 3 menit baca
Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.
Tonton Trailer

Official Trailer
YouTube
Rating kami
- Cerita7.5
- Akting8.5
- Visual7.8
- Penyutradaraan7.5
- Musik6.8
Cocok untuk: Penggemar drama sejarah yang serius
Cara kami memberi ratingDalam artikel ini
Review Laut Bercerita ini diawali dengan satu poin sederhana: film ini bercerita tentang manusia, bukan slogan. Yosep Anggi Noen mengadaptasi kisah karya Leila S. Chudori tentang seorang aktivis mahasiswa dan keluarga yang menunggunya, dengan tetap berfokus pada harga kemanusiaan yang harus dibayar. Filmnya berat, penuh amarah, dan sering kali sangat menyedihkan.
Review Laut Bercerita: Sekilas Ceritanya (Tanpa Spoiler)
Plot Laut Bercerita berlatar bulan-bulan terakhir rezim Orde Baru Indonesia yang bergejolak. Biru Laut, diperankan Reza Rahadian, adalah mahasiswa muda yang mengabdikan diri pada kelompok prodemokrasi bawah tanah. Bahaya di sekelilingnya makin besar, begitu pula tekadnya.
Film ini juga dikenal secara internasional dengan judul The Sea Speaks His Name. Tanpa membocorkan apa pun, ceritanya bergerak dari aktivismenya ke pencarian yang dilakukan keluarganya setelah ia dibawa pergi. Pergeseran itulah yang menentukan seluruh film.
Naskahnya digarap bersama oleh Chudori dan Noen, dan bobot emosional materi aslinya terbawa dengan baik. Jika Anda menyukai ulasan film drama, film ini jelas berada di wilayah tersebut.
Kelebihan Laut Bercerita
Detail zamannya benar-benar menjadi kekuatan. Para pengulas menyoroti lokasi, suasana, kostum, dan properti yang membangkitkan era 1990-an, sehingga filmnya terasa hidup, bukan sekadar pajangan. Tidak ada yang tampak seperti benda museum.
Sinematografinya mendukung pendekatan itu. Adegan dijaga tetap intim dan momen-momen sunyi dibiarkan mengendap, cocok untuk kisah tentang ketakutan dan penantian.
Lagu-lagu protes menjadi sorotan lainnya. Film ini memakai lagu seperti "Matilah Kau Mati" dari Efek Rumah Kaca featuring Knogg dan "Bongkar" milik Iwan Fals, yang menancapkan cerita pada budaya perlawanan yang nyata.
Babak kedua, yang beralih ke keluarga yang ditinggalkan, adalah bagian yang menurut banyak kritikus paling menyentuh. Film ini menukar momentum dengan rasa pilu, dan pertukaran itu membuahkan hasil.
Para penggemar ulasan film sejarah akan menghargai cara film ini memperlakukan era yang menyakitkan dengan keseriusan, bukan sensasi.
Pemain dan Akting di Laut Bercerita
Jajaran pemain Laut Bercerita dipimpin Reza Rahadian sebagai Biru Laut. Para pengulas sepakat bahwa aktingnya menjadi jangkar film ini, dan ia memberi karakternya keyakinan tanpa menjadikannya sosok suci.
Christine Hakim dan Arswendy Bening Swara memerankan ibu dan ayah Laut, Ibu Ratih Wibisana dan Bapak Arya Wibisana. Peran mereka memikul sebagian besar drama keluarga. Yunita Siregar memerankan Asmara Jati, Dian Sastrowardoyo sebagai Kasih Kinanti, dan Eva Celia sebagai Ratih Anjani.
Di atas kertas, ansambelnya kuat, meski tidak semua karakter mendapat ruang yang sama. Satu kritikus mempermasalahkan penanganan peran Eva Celia.
Kekurangan Laut Bercerita
Dengan durasi 133 menit, film ini bisa terasa panjang. Beberapa pengulas mencatat tempo yang melambat di bagian tengah, dan saya pun merasakannya. Beberapa adegan mengulang emosi yang sudah kita pahami.
Musiknya tidak selalu mengena. Seorang kritikus merasa musik latarnya kadang tidak sesuai dengan adegan yang diiringinya, dan perubahan nadanya bisa terasa janggal.
CNN Indonesia juga berpendapat bahwa sumber daya film yang melimpah tidak menjamin alur cerita yang mulus. Menurut saya, penceritaannya tulus tetapi sesekali tidak merata.
Temanya pun berat. Film ini diklasifikasikan 17+ di Indonesia, dan tema kekerasan politik serta kehilangan bukanlah tontonan ringan.
Apakah Laut Bercerita Layak Ditonton?
Ya, Laut Bercerita layak ditonton jika Anda menginginkan tilikan serius yang berpusat pada karakter atas bab kelam sejarah Indonesia. Kekurangannya nyata, tetapi akting utama dan babak kedua yang emosional mengungguli semuanya.
Kritikus umumnya memberi tanggapan positif, dengan skor individual berkisar dari 3,5/5 hingga 4,5/5. Film ini ditayangkan perdana di Busan International Film Festival, dan tanggal rilis Laut Bercerita di Indonesia adalah 29 Oktober 2026. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang produksinya di Wikipedia melalui pemberitaan media, tetapi periksa jadwal lokal untuk mengetahui di mana menonton Laut Bercerita.
Jika Anda mencari film dengan nuansa serupa, coba ulasan film biografi kami untuk kisah nyata lainnya.
Siapa yang Akan Menikmati Laut Bercerita
Penonton yang menyukai drama sejarah yang pelan dan emosional.
Penggemar Reza Rahadian dan Christine Hakim.
Pembaca novel Leila S. Chudori yang penasaran dengan versi layar lebarnya.
Kelebihan
- Akting utama Reza Rahadian yang penuh dedikasi
- Detail era 1990-an yang meyakinkan
- Babak kedua yang berfokus pada keluarga dan sangat menyentuh
- Penggunaan lagu-lagu protes asli yang efektif
Kekurangan
- Tempo melambat di bagian tengah
- Pilihan musik tidak selalu pas
- Beberapa karakter pendukung terasa kurang tergarap
Kesimpulan Kami
Drama yang tulus dan menyentuh dengan Reza Rahadian sebagai jangkarnya. Bagian tengahnya mengendur, tetapi inti emosionalnya tetap membekas.
Pemeran & Kru
Yosep Anggi NoenSutradara
Reza RahadianBiru Laut
Yunita SiregarAsmara Jati
Christine HakimMrs. Ratih Wibisana / Laut's Mother
Arswendy Bening SwaraMr. Arya Wibisana / Laut's Father
Eva CeliaRatih Anjani
Dian SastrowardoyoKasih Kinanti
Foto: Vera de Kok / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons, Netmediatama / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons, TMDB, Adit Redline / CC BY-SA 3.0 via Wikimedia Commons, 1treeinaforest / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Laut Bercerita dirilis?
Laut Bercerita (2026) tayang di bioskop pada 29 Oktober 2026.
Siapa sutradara Laut Bercerita?
Laut Bercerita (2026) disutradarai oleh Yosep Anggi Noen.
Siapa saja pemain Laut Bercerita?
Pemeran utamanya antara lain Reza Rahadian, Yunita Siregar, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, dan Eva Celia.
Berapa durasi Laut Bercerita?
Laut Bercerita (2026) berdurasi 133 menit (2j 13m).
Apa klasifikasi usia Laut Bercerita?
Laut Bercerita (2026) berklasifikasi 17+.
Di mana saya bisa menonton Laut Bercerita?
Laut Bercerita (2026) belum memiliki jadwal rilis streaming yang dikonfirmasi. Kami akan memperbarui halaman ini begitu platformnya diumumkan.
Apakah Laut Bercerita layak ditonton?
Ya, bagi penonton yang menyukai drama sejarah yang serius. Akting Reza Rahadian dan babak kedua yang berfokus pada keluarga menjadi sorotan utama, meski bagian tengahnya terasa lambat.
Apakah Laut Bercerita cocok untuk anak-anak?
Tidak. Film ini diklasifikasikan 17+ di Indonesia karena tema politiknya yang dewasa.
Laut Bercerita menceritakan tentang apa?
Film ini mengikuti seorang aktivis mahasiswa di bulan-bulan terakhir rezim Orde Baru dan keluarga yang mencari keadilan setelah ia menghilang.
Ditulis oleh
Site AdminSite Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.




