

Review Empat Musim Pertiwi: Ambisius, Sabar, dan Menghantui
Empat Musim Pertiwi (2026)
- 22 September 2026
- 2h 17m
- Indonesian
- D17
- Di Bioskop
Setelah dua puluh tahun di penjara, Pertiwi kembali ke kota kelahirannya untuk membangun kembali hidupnya. Ia menemukan komunitas tak terduga di antara orang-orang yang tersisih, tetapi pulang juga berarti menghadapi para lelaki berkuasa yang dulu menjebloskannya ke penjara.
Oleh Site Admin · · 3 menit baca
Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.
Tonton Trailer

Official Trailer
YouTube
Rating kami
- Cerita7.5
- Akting8.3
- Visual8
- Penyutradaraan8.2
- Musik7.4
Cocok untuk: Penggemar drama Indonesia atmosferik yang sabar
Cara kami memberi ratingDalam artikel ini
Review Empat Musim Pertiwi ini dibuka dengan satu pengamatan sederhana: Kamila Andini telah membuat film terbesar dan paling ambisius dalam kariernya. Ini adalah drama dengan nuansa kriminal dan thriller, yang berpusat pada seorang perempuan yang mencoba memulai lagi di tempat yang tak pernah memaafkannya. Berikut hal yang berhasil, bagian yang terasa lambat, dan apakah film ini layak Anda tonton.
Review Empat Musim Pertiwi: Ringkasan Cerita (Tanpa Spoiler)
Alur Empat Musim Pertiwi dimulai dengan sebuah kepulangan. Pertiwi (Putri Marino) kembali ke desanya setelah dua dekade di balik jeruji, berharap mendapat kesempatan kedua yang tenang. Namun tak ada yang tenang di desa itu untuk waktu lama.
Ia menemukan kekuatan pada benda-benda yang dibuang orang lain. Perangkat elektronik rusak menyala secara misterius, dan sekelompok orang tersisih yang tinggal di pinggiran komunitas menerimanya. Pulang juga berarti bertemu empat lelaki yang dulu mengirimnya ke penjara dan kini menguasai desa.
Dari sana, cerita berubah menjadi penyingkapan pelan atas kegelapan yang masih tersimpan di tempat itu. Saya cukupkan sampai di sini, karena film ini memberi ganjaran bagi penonton yang menemukannya sendiri. Menurut entri Wikipedia bahasa Indonesia, film ini tayang perdana di bagian Centrepiece Toronto International Film Festival 2026.
Yang Berhasil di Empat Musim Pertiwi
Aset terkuatnya adalah atmosfer film. Andini, yang juga menulis skenarionya, memperlakukan desa itu sebagai karakter dengan suasana hati dan dendamnya sendiri. Elektronik yang berpendar menambahkan sentuhan ganjil tanpa menjadikan film ini sekadar latihan genre.
Premisnya pun tajam. Seorang perempuan yang kehilangan dua puluh tahun hidupnya punya banyak alasan untuk menyimpan getir, tetapi film ini terus bertanya apa yang bisa ia bangun dari sisa-sisa. Gagasan tentang menemukan nilai pada apa yang dibuang masyarakat ini mengalir lewat cerita, latar, dan orang-orang yang ia temui.
Visi yang percaya diri dan personal: arahan Andini terasa disengaja dan tidak terburu-buru.
Rasa tempat yang kuat: desanya terasa hidup dan diam-diam mengancam.
Fokus tematik: keterbuangan, kekuasaan, dan kesempatan kedua terjalin sepanjang film.
Jika Anda menyukai review film drama yang dibalut denyut ketegangan, film ini cocok untuk Anda. Unsur thriller dan kriminalnya mendidih pelan, bukan meledak.
Pemeran dan Akting Empat Musim Pertiwi
Jajaran pemeran Empat Musim Pertiwi dipimpin Putri Marino sebagai Pertiwi. Ia membawa film ini lewat akting yang tertahan dan waspada, yang menyiratkan tahun-tahun bertahan hidup tanpa mengandalkan dialog panjang. Sebagian besar karakternya hidup dalam keheningannya.
Christine Hakim tampil sebagai Mak Ira, dan kehadirannya saja sudah menambah bobot. Arya Saloka memerankan Bisma, dan Hana Pitrashata Malasan memerankan Niken. Iswadi Pratama dan Hargi Sundari berperan sebagai ayah dan ibu Pertiwi, yang mengaitkan masa lalunya dengan masa kini.
Ansambelnya terasa membumi, dan komunitas orang tersisih itu hadir sebagai manusia, bukan simbol. Itu membantu momen-momen simbolis film ini terasa mengena.
Kelemahan Empat Musim Pertiwi
Dengan durasi 137 menit, film ini meminta kesabaran. Satu ulasan Indonesia yang memberinya nilai 3,5 dari 5 menggambarkannya sebagai film yang menuntut hal itu, dan saya paham alasannya. Temponya meditatif, dan penonton yang mengharapkan thriller balas dendam yang cepat mungkin akan gelisah.
Benang misteri dan kriminalnya juga butuh waktu untuk menajam. Jika Anda datang demi mekanika plot, Anda mungkin merasa suasana lebih dominan daripada laju cerita. Itu pilihan, bukan kekurangan, tetapi tidak akan cocok untuk semua orang.
Liputan kritik masih sedikit, dan belum ada skor agregat besar yang muncul. Reaksi awal yang saya temukan positif, termasuk ulasan 4,5 dari 5 yang menyebutnya wajib ditonton di bioskop. Anggaplah semua itu sebagai sinyal awal, bukan putusan final.
Apakah Empat Musim Pertiwi Layak Ditonton?
Ya, jika Anda menikmati sinema lambat dan atmosferik dengan sudut pandang yang jelas. Film ini ambisius, dijaga dengan indah oleh performa pemeran utamanya, dan lebih tertarik pada rasa daripada kejutan alur. Film ini membalas perhatian Anda.
Tanggal rilis Empat Musim Pertiwi belum sepenuhnya jelas dalam sumber yang saya temukan. Wikipedia bahasa Inggris mencantumkan rilis terbatas pada 22 September 2026, sementara sumber lain menyebut 8 Oktober 2026 untuk bioskop Indonesia. Periksa jadwal lokal untuk tanggal pastinya, dan lihat halaman Wikipedia Four Seasons in Java untuk latar belakangnya. Lembaga sensor Indonesia mengklasifikasikannya D17, artinya khusus dewasa.
Jika Anda mencari yang lebih banyak kejutan genre, jelajahi review film thriller atau review film kriminal kami.
Siapa yang Akan Menikmati Empat Musim Pertiwi
Penggemar karya Kamila Andini yang kontemplatif dan sinema Indonesia bernuansa festival.
Penonton yang menyukai drama berfokus karakter dengan misteri yang tumbuh perlahan.
Siapa pun yang tertarik pada kisah penebusan, orang-orang tersisih, dan beratnya masa lalu.
Kelebihan
- Performa Putri Marino yang terkendali dan magnetis
- Atmosfer desa yang kaya dengan nuansa janggal
- Arahan Kamila Andini yang percaya diri dan personal
- Gagasan utama yang kuat tentang menemukan nilai pada hal-hal yang dibuang
Kekurangan
- Tempo yang disengaja lambat dan menguji kesabaran
- Unsur thriller-nya tetap kalem
- Durasi 137 menit yang panjang
Kesimpulan Kami
Kamila Andini menghadirkan drama atmosferik yang ambisius dengan Putri Marino sebagai jangkarnya. Film ini menuntut kesabaran, tetapi akan memuaskan penonton yang lebih menikmati suasana ketimbang laju cerita.
Pemeran & Kru
Kamila AndiniSutradara
Putri MarinoPertiwi
Christine HakimMak Ira
Arya SalokaBisma
Hana Pitrashata MalasanNiken
Iswadi PratamaPertiwi's Father
Hargi SundariPertiwi's Mother
Foto: Crisco 1492 / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons, Saraa.kom / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons, Adit Redline / CC BY-SA 3.0 via Wikimedia Commons, TMDB
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Empat Musim Pertiwi dirilis?
Empat Musim Pertiwi (2026) dirilis di bioskop pada 22 September 2026.
Siapa sutradara Empat Musim Pertiwi?
Empat Musim Pertiwi (2026) disutradarai oleh Kamila Andini.
Siapa saja pemeran Empat Musim Pertiwi?
Pemeran utamanya antara lain Putri Marino, Christine Hakim, Arya Saloka, Hana Pitrashata Malasan, dan Iswadi Pratama.
Berapa durasi Empat Musim Pertiwi?
Empat Musim Pertiwi (2026) berdurasi 137 menit (2j 17m).
Apa klasifikasi usia Empat Musim Pertiwi?
Empat Musim Pertiwi (2026) berklasifikasi D17.
Di mana saya bisa menonton Empat Musim Pertiwi?
Empat Musim Pertiwi (2026) belum memiliki jadwal tayang streaming yang dikonfirmasi. Kami akan memperbarui halaman ini begitu platformnya diumumkan.
Apakah Empat Musim Pertiwi layak ditonton?
Ya, jika Anda menyukai drama atmosferik yang bertempo sabar. Ulasan awal cenderung positif, meski ada satu yang menyebut film ini membutuhkan kesabaran.
Siapa saja bintang Empat Musim Pertiwi?
Putri Marino memerankan Pertiwi, dengan Christine Hakim sebagai Mak Ira, Arya Saloka sebagai Bisma, dan Hana Pitrashata Malasan sebagai Niken.
Apakah Empat Musim Pertiwi cocok untuk anak-anak?
Tidak. Lembaga sensor Indonesia mengklasifikasikannya D17, artinya diperuntukkan bagi penonton berusia 17 tahun ke atas.
Apa judul bahasa Inggris Empat Musim Pertiwi?
Film ini dikenal secara internasional dengan judul Four Seasons in Java.
Ditulis oleh
Site AdminSite Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.




