Langsung ke konten
Nonton1234
Poster Jangan Buang Ibu (2026)

Review Jangan Buang Ibu: Drama Penguras Air Mata Karya Hadrah Daeng Ratu Diuji

Jangan Buang Ibu (2026)

  • 25 Juni 2026
  • 1h 59m
  • Indonesian
  • R13 (Indonesia)
  • Streaming

Ristiana adalah ibu tunggal yang membesarkan tiga anak sambil terlilit utang setelah suaminya meninggalkan keluarga. Pilihan-pilihan sulitnya membuat hubungan dengan anak-anaknya merenggang, dan mereka harus menemukan jalan kembali kepadanya sebelum waktu habis.

Bagikan:
Ulasan

Oleh Site Admin · · 2 menit baca

Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.

Tonton Trailer

Jangan Buang Ibu — Official Trailer

Official Trailer

YouTube

6.8dari 10

Rating kami

  • Cerita6.8
  • Akting7.2
  • Visual6.5
  • Penyutradaraan6.7
  • Soundtrack6.6

Cocok untuk: Penonton yang menyukai drama keluarga yang emosional

Cara kami memberi rating
Dalam artikel ini
  1. Review Jangan Buang Ibu: Sekilas Ceritanya (Tanpa Spoiler)
  2. Yang Berhasil di Jangan Buang Ibu
  3. Pemain dan Akting Jangan Buang Ibu
  4. Di Mana Jangan Buang Ibu Tersandung
  5. Dialog dan struktur
  6. Apakah Jangan Buang Ibu Layak Ditonton?
  7. Siapa yang Akan Menikmati Jangan Buang Ibu

Review Jangan Buang Ibu ini dimulai dengan peringatan sederhana: siapkan tisu. Sutradara Hadrah Daeng Ratu mengadaptasi novel tentang pengorbanan seorang ibu menjadi drama keluarga Indonesia yang langsung menyasar hati. Tidak selalu mendarat dengan lembut, tetapi sering kali mengena.

Review Jangan Buang Ibu: Sekilas Ceritanya (Tanpa Spoiler)

Alur Jangan Buang Ibu mengikuti Ristiana, seorang ibu tunggal yang ditinggali utang besar setelah suaminya meninggalkan keluarga. Ia membesarkan tiga anak seorang diri, dan setiap hari adalah tawar-menawar antara tagihan, harga diri, dan cinta. Film ini diadaptasi dari novel Jangan Buang Ibu, Nak karya Wahyu Derapriyangga, dengan skenario oleh Widya Arifianti.

Keputusan-keputusan yang diambil Ristiana demi menjaga keluarga tetap bertahan mulai merenggangkan hubungannya dengan anak-anak. Seiring mereka tumbuh dewasa, anak-anak berusaha membangun kembali kedekatan yang telah hilang. Film membingkainya sebagai perlombaan melawan waktu, dan saya cukupkan di sini agar pengalaman menonton Anda tetap utuh.

Yang Berhasil di Jangan Buang Ibu

Inti emosionalnya adalah kekuatan terbesar film ini. Seorang ibu yang memikul keluarga di pundaknya adalah kisah yang dikenal banyak penonton dari kehidupan mereka sendiri, dan film memperlakukannya dengan tulus. Salah satu ulasan yang terbit menyebutnya sebagai rollercoaster emosional yang mengejutkan menarik, yang bisa membuat Anda menangis sejadi-jadinya sambil tetap menghibur.

Film ini juga memahami bahwa tekanan finansial adalah tokoh antagonis yang diam-diam selalu hadir. Utang membentuk pertengkaran, keheningan, dan pengorbanan kecil, yang memberi drama ini nuansa membumi.

  • Taruhan keluarga yang relevan dan tak perlu dijelaskan

  • Alur emosional yang jelas, dibangun di sekitar satu hubungan utama

  • Cerita yang bergerak antara harapan dan patah hati

Pemain dan Akting Jangan Buang Ibu

Jajaran pemain Jangan Buang Ibu dipimpin Nirina Zubir sebagai Ristiana, dan film bertumpu padanya untuk memikul bebannya. Ia adalah jangkarnya, dan cerita ini hanya berhasil jika kita percaya pada kelelahan dan pengabdian sang ibu.

Refal Hady memerankan Tama dan Amanda Manopo memerankan Dewi, dua figur sentral di sekitar keluarga ini. Saputra Kori (Tria), Dwi Sasono (Ridho), dan Fadly Faisal (Hanif) melengkapi ansambel utama. Bersama-sama mereka menghadirkan dinamika rumah tangga yang terasa nyata dan meyakinkan.

Di Mana Jangan Buang Ibu Tersandung

Keluhan utamanya adalah nada film. Seorang kritikus menyebut melodramanya terus-menerus murung sepanjang 119 menit, dan itu adil. Tanpa banyak ruang bernapas, kesedihannya bisa terasa tanpa henti alih-alih menyentuh.

Dialog dan struktur

Beberapa penonton juga mengkritik dialog yang terasa dibuat-buat. Yang lain menganggap alur non-liniernya membingungkan, sehingga bangunan emosinya bisa kabur saat lini masa berpindah. Jika Anda lebih suka narasi yang lurus, film ini mungkin menguji kesabaran Anda.

Angka dari penonton cukup menggembirakan, meski tidak tinggi. Letterboxd menunjukkan rata-rata 3,2 dari 5 dari lebih dari 1.700 penilaian, dan JustWatch mencantumkan IMDb 7,3 dari 69 penilaian. Konsensus kritikus belum dipublikasikan.

Apakah Jangan Buang Ibu Layak Ditonton?

Ya, jika Anda menikmati drama keluarga yang emosional dan siap tersentuh dengan sengaja. Ini film yang tulus tentang cinta seorang ibu, dan mampu membangun perasaan yang nyata meski penulisannya kadang terlalu berat tangan.

Film ini diklasifikasikan R13 oleh Lembaga Sensor Film Indonesia, sehingga cocok untuk remaja ke atas. Tanggal rilis Jangan Buang Ibu adalah 25 Juni 2026, dan film ini tayang di bioskop, jadi cek jadwal lokal Anda dan JustWatch untuk kabar streaming. Jika Anda menyukai cerita serupa, telusuri ulasan film drama atau ulasan film keluarga.

Siapa yang Akan Menikmati Jangan Buang Ibu

  • Penggemar melodrama keluarga Indonesia yang ingin menangis puas

  • Penonton yang menyukai kisah tentang orang tua, pengorbanan, dan rekonsiliasi

  • Pembaca novel aslinya yang penasaran melihatnya di layar

Kelebihan

  • Cerita yang relevan dan emosinya langsung mengena
  • Nirina Zubir menjadi jangkar dramanya
  • Potret utang dan tekanan keluarga yang membumi

Kekurangan

  • Nuansa murung yang terus-menerus sepanjang film
  • Beberapa dialog terasa dibuat-buat
  • Alur non-linier bisa membingungkan

Kesimpulan Kami

Drama yang tulus dan getol mengundang air mata, yang lebih mengandalkan ketulusan daripada kehalusan. Paling cocok bagi penonton yang ingin melepaskan emosi.

Pemeran & Kru

Foto: TMDB, Tuah Kreasi / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons, MDTV Official / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan Jangan Buang Ibu dirilis?

Jangan Buang Ibu (2026) tayang di bioskop pada 25 Juni 2026.

Siapa sutradara Jangan Buang Ibu?

Jangan Buang Ibu (2026) disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu.

Siapa saja pemain Jangan Buang Ibu?

Pemeran utamanya meliputi Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, dan Dwi Sasono.

Berapa durasi Jangan Buang Ibu?

Jangan Buang Ibu (2026) berdurasi 119 menit (1j 59m).

Apa klasifikasi usia Jangan Buang Ibu?

Jangan Buang Ibu (2026) berklasifikasi R13 (Indonesia).

Di mana saya bisa menonton Jangan Buang Ibu?

Ketersediaan streaming berbeda di tiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terkini.

Apakah Jangan Buang Ibu layak ditonton?

Ya, jika Anda suka drama keluarga yang emosional. Film ini tulus dan menyentuh, meski kemurungannya yang terus-menerus dan beberapa dialog yang terasa dibuat-buat mungkin melelahkan.

Apakah Jangan Buang Ibu diadaptasi dari buku?

Ya. Film ini diadaptasi dari novel Jangan Buang Ibu, Nak karya Wahyu Derapriyangga.

Siapa bintang Jangan Buang Ibu?

Nirina Zubir memerankan tokoh utama, Ristiana. Ia didampingi Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Dwi Sasono, dan Fadly Faisal.

S

Ditulis oleh

Site Admin

Site Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.

Laporkan kesalahan

Jelajahi Lainnya

Lihat semua