

Review Kuyank (5.5/10): Horor Rawa Slow-Burn di Kalimantan
Kuyank (2026)
- 29 Januari 2026
- 1h 40m
- Indonesian
- 13+ (Indonesia)
- Streaming
Di sebuah desa rumah panggung terpencil di rawa-rawa Kalimantan, sepasang kekasih menentang ramalan kelam demi menikah atas dasar cinta. Pilihan mereka membangkitkan kutukan ilmu hitam kuno bernama Kuyang. Kisahnya adalah prekuel yang berlatar tujuh tahun sebelum Saranjana: Kota Gaib.
Oleh Site Admin · · 2 menit baca
Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.
Tonton Trailer

Official Trailer
YouTube
Rating kami
- Cerita5.5
- Akting5.5
- Visual6
- Penyutradaraan5.5
- Musik5.5
Cocok untuk: Penggemar suasana folk horror yang sabar
Cara kami memberi ratingDalam artikel ini
Review Kuyank ini diawali pertanyaan sederhana: mampukah cerita rakyat dan suasana menopang film horor yang jarang berusaha mengagetkan? Film horor Indonesia garapan Johansyah Jumberan ini membawa kita ke lahan basah Kalimantan, tempat kutukan lama menanti di bawah rumah-rumah panggung. Filmnya lebih merupakan drama yang muram ketimbang mesin penebar teror.
Review Kuyank: Sinopsis Tanpa Spoiler
Alur Kuyank berpusat pada Badri dan Rusmiyati, pasangan yang memilih menikah karena cinta meski dibayangi ramalan kelam. Mereka tinggal di desa terpencil yang dibangun di atas panggung di atas rawa-rawa berbahaya. Tak lama, kutukan kuno bernama Kuyang mulai terbangun.
Film ini adalah prekuel yang berlatar tujuh tahun sebelum peristiwa Saranjana: Kota Gaib. Anda tidak perlu menonton film itu untuk mengikuti kisah ini, meski penggemar mitologi yang lebih luas mungkin menikmati keterkaitannya. Durasinya ringkas, 100 menit.
Naskahnya ditulis oleh Asaf Antariksa dan Jumberan. Film ini memadukan ketegangan keluarga ala drama movie reviews dengan teror supernatural, dan butuh waktu untuk membangun keduanya.
Kelebihan Kuyank
Aset terkuatnya adalah atmosfer. Salah satu ulasan Indonesia memuji film ini karena memilih jalur horor yang muram ketimbang jumpscare dan teriakan, dan pengendalian itu sesuai dengan materinya. Latar rawanya terasa lembap, terpencil, dan diam-diam mengancam.
Film ini juga memamerkan budaya dan tradisi Banjar, detail yang diapresiasi seorang pengulas Letterboxd. Nuansa lokal itu memberi bobot pada cerita rakyatnya dan membuat kutukannya terasa berakar di tempat nyata, bukan sekadar latar angker yang generik.
Lokasi desa rumah panggung yang khas di Kalimantan
Adat dan kepercayaan lokal yang terjalin dalam alur
Pendekatan sabar yang mengutamakan ketegangan ketimbang kebisingan
Jika Anda menyukai horror movie reviews yang sarat suasana, di sinilah daya tariknya.
Pemeran dan Akting Kuyank
Pemeran Kuyank dipimpin Rio Dewanto sebagai Badri dan Putri Intan Kasela sebagai Rusmiyati. Mereka memerankan pasangan utama, dan cerita bertumpu pada ikatan mereka untuk memberi taruhan emosional pada kutukan. Beberapa penonton menilai kedua pemeran utama kurang berkarisma, jadi kesan Anda bisa berbeda.
Para pemeran pendukung justru dipuji oleh penonton yang sama. Ochi Rosdiana berperan sebagai Fauziah, Jolene Marie sebagai Husnah, dan Dayu Wijanto sebagai Saidah. Barry Prima, nama yang akrab di sinema genre Indonesia, memerankan Utuh Ampong.
Kekurangan Kuyank
Keluhan terbesar adalah tempo. Penonton menyebutnya sangat lambat dan tidak terlalu seram, dan seorang pengulas Letterboxd mencatat bahwa ini bukan film horor sepenuhnya. Jika Anda datang dengan harapan teror tanpa henti, bagian-bagian sunyinya bisa menguji kesabaran.
Pasangan utamanya juga bisa terasa kurang kuat dibandingkan cerita rakyat di sekelilingnya. Ketika para pemeran utama gagal memikat Anda, pembangunan yang lambat jadi kekurangan pijakan.
Konsensus kritikus sejauh ini masih tipis. Skornya biasa saja: IMDb 5,4 dan rata-rata Letterboxd 2,77 dari 5, yang menunjukkan respons yang terbelah.
Apakah Kuyank Layak Ditonton?
Kuyank layak ditonton jika Anda menginginkan horor atmosferik berbasis cerita rakyat dan bisa menerima tempo lambat. Film ini tidak layak jika Anda ingin teror setiap beberapa menit. Anggap saja sebagai kisah kutukan yang muram dengan tulang punggung budaya.
Tanggal rilis Kuyank adalah 29 Januari 2026 di bioskop Indonesia, setelah pemutaran perdana pada Desember 2025. Film ini dilaporkan menjadi film nomor dua di Indonesia pada akhir pekan pembukaannya, jadi ia menemukan penontonnya. Untuk tontonan dengan nuansa serupa, coba Tumbal Proyek, meski film itu lebih banyak menampilkan adegan berdarah. Untuk informasi lebih lanjut tentang film ini, lihat halaman IMDb-nya.
Siapa yang Akan Menikmati Kuyank
Penonton yang menyukai horor slow-burn dan atmosferik ketimbang jumpscare
Penggemar cerita rakyat Indonesia dan semesta Saranjana
Penonton yang penasaran dengan budaya Banjar di layar lebar
Kelebihan
- Atmosfer rawa yang suram
- Budaya Banjar memberi tekstur pada cerita rakyatnya
- Pendekatan yang terukur dan minim jumpscare
Kekurangan
- Tempo sangat lambat
- Kurang menyeramkan
- Pemeran utama terasa kurang berkarisma
Kesimpulan Kami
Kuyank menawarkan cerita rakyat yang kaya dan nuansa tempat yang kuat, tetapi tempo yang lambat dan minimnya teror akan mengecewakan banyak penggemar horor. Film ini paling cocok bagi penonton yang sabar.
Pemeran & Kru
Johansyah JumberanSutradara
Rio DewantoBadri
Putri Intan KaselaRusmiyati
Ochi RosdianaFauziah
Jolene MarieHusnah
Dayu WijantoSaidah
Barry PrimaUtuh Ampong
Foto: TMDB, Netmediatama / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Kuyank dirilis?
Kuyank (2026) tayang di bioskop pada 29 Januari 2026.
Siapa sutradara Kuyank?
Kuyank (2026) disutradarai oleh Johansyah Jumberan.
Siapa saja pemeran Kuyank?
Pemeran utamanya antara lain Rio Dewanto, Putri Intan Kasela, Ochi Rosdiana, Jolene Marie, dan Dayu Wijanto.
Berapa durasi Kuyank?
Kuyank (2026) berdurasi 100 menit (1j 40m).
Apa klasifikasi usia Kuyank?
Kuyank (2026) berklasifikasi 13+ (Indonesia).
Di mana saya bisa menonton Kuyank?
Ketersediaan streaming berbeda di tiap wilayah — lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terbaru.
Apakah Kuyank layak ditonton?
Layak, jika Anda menyukai folk horror yang lambat dan sarat atmosfer dengan budaya lokal yang kuat. Jika Anda mengharapkan teror terus-menerus, film ini bisa mengecewakan.
Apakah Kuyank sebuah prekuel?
Ya. Film ini berlatar tujuh tahun sebelum peristiwa Saranjana: Kota Gaib, meski tetap bisa diikuti tanpa menonton film tersebut.
Apakah Kuyank sangat menyeramkan?
Tidak terlalu. Para pengulas menggambarkannya sebagai film yang atmosferik dan lambat, bukan film yang mengandalkan jumpscare.
Ditulis oleh
Site AdminSite Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.




