

Review Munafik: Melawan Iblis: Remake di Samping Film Asli Malaysia
Munafik: Melawan Iblis (2026)
- 3 September 2026
- 1h 43m
- Indonesian
- D17
- Streaming
Adam, seorang ustadz, berhenti melakukan ruqyah setelah kehilangan istrinya. Ketika diminta membantu Fitri yang diteror kekuatan gaib, ia kembali menjalani praktik tersebut dan mulai merasakan rahasia yang lebih kelam di balik penderitaan Fitri.
Oleh Site Admin · · 3 menit baca
Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.
Tonton Trailer

Official Trailer
YouTube
Rating kami
- Cerita5.8
- Akting6.5
- Visual6.8
- Penyutradaraan6
- Musik6.3
Cocok untuk: Penggemar horor religi Asia Tenggara yang atmosferik
Cara kami memberi ratingDalam artikel ini
Review Munafik: Melawan Iblis ini diawali pertanyaan sederhana: apakah remake dari film horor Malaysia yang terkenal masih punya teror segar untuk ditawarkan? Sutradara Guntur Soeharjanto memindahkan cerita ke pedesaan Indonesia dan lebih mengandalkan atmosfer daripada kebisingan. Hasilnya adalah horor spiritual yang lumayan namun tidak merata, dengan beberapa gagasan kuat.
Review Munafik: Melawan Iblis: Sinopsis Tanpa Spoiler
Film ini mengikuti Ustadz Adam, seorang guru agama yang berhenti melakukan ruqyah, praktik penyembuhan spiritual dalam Islam, setelah kehilangan istrinya. Ia senang menutup bab hidup itu. Lalu sebuah keluarga memintanya menyelamatkan Fitri, perempuan yang diteror kekuatan gaib.
Adam ragu, tetapi akhirnya setuju kembali menjalani tugas itu. Seiring waktu, ia mulai curiga ada sesuatu yang lebih gelap di balik penderitaan Fitri. Cerita berlatar kepercayaan lokal tentang makhluk halus, dan babak pertamanya membangun misteri dengan mantap tanpa terburu-buru menjelaskannya.
Ini adalah remake dari film Malaysia tahun 2016, Munafik. Penulis M. Ali Ghifari mengadaptasi premisnya untuk latar Indonesia, dengan campuran horor, misteri, dan thriller. Jika Anda mengenal film aslinya, Anda akan mengenali kerangka ceritanya, meski nuansa lokalnya memberi identitas tersendiri.
Kelebihan Munafik: Melawan Iblis
Hal terbaik di sini adalah suasananya. Para pengulas mencatat bahwa ketegangan datang dari atmosfer, pencahayaan, dan suara, bukan hanya mengandalkan jump scare. Kesan menahan diri ini membuat film terasa lebih serius dibanding banyak film sejenis.
Sinematografi: Kerja kamera Enggar Budiono menuai pujian, dan interior yang remang serta ruang-ruang desa yang penuh bayangan memberi tampilan yang benar-benar mencekam.
Landasan religi: Adegan ruqyah memperlakukan praktik tersebut sebagai bagian nyata dari dunia para karakter, bukan sekadar gimik.
Pahlawan yang berduka: Kehilangan yang dialami Adam memberi inti emosional pada cerita, di luar teror itu sendiri.
Unsur misterinya juga membantu. Film ini membuat Anda bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi pada Fitri, dan rasa penasaran itu membawa Anda melewati bagian-bagian yang lebih lambat.
Pemeran dan Akting Munafik: Melawan Iblis
Jajaran pemeran Munafik: Melawan Iblis dipimpin Arya Saloka sebagai Ustadz Adam. Ia memerankannya dengan ketenangan yang letih dan penuh kewaspadaan, cocok untuk pria yang sudah kalah satu kali melawan duka. Acha Septriasa berperan sebagai Fitri, perempuan yang menjadi pusat teror, dan peran ini menuntut kerapuhan sekaligus intensitas yang meresahkan.
Pemeran pendukung melengkapi komunitas di sekitar mereka:
Dimas Aditya sebagai Ustadz Anwar
Faqih Alaydrus sebagai Amir
Donny Damara sebagai H. Mansyur
Nova Eliza sebagai Hj. Zulfa
Donny Damara selalu menghadirkan bobot yang menyenangkan di setiap adegannya. Ansambelnya secara umum solid, meski sebagian drama keluarga di sekitar Fitri terasa dipaksakan, yang lebih merupakan masalah naskah daripada akting.
Kekurangan Munafik: Melawan Iblis
Film ini tidak sesegar yang disiratkan atmosfernya. Beberapa kritikus menilai teror-terornya mudah ditebak, dan penyuntingannya bisa terasa patah-patah, memotong adegan sebelum ketegangan benar-benar tuntas. Beberapa jump scare muncul tepat saat Anda mengharapkannya.
Alurnya juga melebar menjelang akhir, dengan lebih banyak benang cerita dan gagasan daripada yang sanggup ditampung durasi 103 menit. Saya tidak akan membocorkan arahnya, tetapi paruh pertama yang lebih rapat dan tenang terasa lebih efektif daripada bagian sesudahnya.
Tanggapan kritikus beragam. Satu media Indonesia memberi nilai 2,5 dari 5, sementara yang lain memberi 3,5 dari 5, dan pengguna Letterboxd berada di kisaran 3 dari 5 dalam data yang bisa saya temukan. Rentang itu terasa adil.
Apakah Munafik: Melawan Iblis Layak Ditonton?
Ya, jika Anda menyukai horor religi dan ketegangan yang dibangun perlahan, film ini layak ditonton, meski tidak wajib. Atmosfer, sinematografi, dan akting para pemeran utama yang total memberinya nilai nyata. Teror yang mudah ditebak dan tempo yang tidak merata membuatnya tidak sampai menjadi film yang menonjol.
Perlu diketahui juga bahwa film ini berklasifikasi D17 di Indonesia, jadi ditujukan bagi remaja yang lebih tua dan dewasa. Penggemar kisah gaib lokal mungkin akan menikmatinya bersama pilihan kami yang lain, seperti review Kuyank atau review Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Jika Anda ingin lebih banyak pilihan genre ini, telusuri review film horor kami.
Siapa yang Akan Menikmati Munafik: Melawan Iblis
Penggemar horor supranatural Indonesia dan Malaysia yang lebih menyukai suasana daripada darah.
Penonton yang penasaran bagaimana film asli Malaysia tahun 2016 diterjemahkan ke latar baru.
Penonton yang menginginkan misteri dengan pahlawan yang berduka dan enggan sebagai pusat cerita.
Jika Anda butuh teror yang terus-menerus dan inventif, film ini mungkin terasa terlalu familiar. Bagi penonton yang sabar, film ini menawarkan malam horor spiritual yang atmosferik dan layak.
Kelebihan
- Tata cahaya, suara, dan sinematografi yang kelam dan menegangkan
- Akting Arya Saloka yang letih namun membumi sebagai pemeran utama
- Penggunaan ruqyah dan kepercayaan lokal yang hormat dan spesifik
- Daya tarik misteri yang menjaga paruh pertama tetap menarik
Kekurangan
- Jump scare yang mudah ditebak
- Penyuntingan yang terasa patah-patah di adegan tegang
- Alur terlalu padat menjelang akhir
Kesimpulan Kami
Munafik: Melawan Iblis adalah remake yang atmosferik namun terkadang mudah ditebak, dan paling berhasil sebagai misteri spiritual yang dibangun perlahan. Tampilan visual dan akting pemeran utamanya lebih menonjol daripada teror-teror yang sudah akrab.
Pemeran & Kru
Guntur SoeharjantoSutradara
Arya SalokaUstadz Adam
Acha SeptriasaFitri
Dimas AdityaUstadz Anwar
Faqih AlaydrusAmir
Donny DamaraH. Mansyur
Nova ElizaHj. Zulfa
Foto: TMDB, Netmediatama / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Munafik: Melawan Iblis dirilis?
Munafik: Melawan Iblis (2026) tayang di bioskop pada 3 September 2026.
Siapa sutradara Munafik: Melawan Iblis?
Munafik: Melawan Iblis (2026) disutradarai oleh Guntur Soeharjanto.
Siapa saja pemeran Munafik: Melawan Iblis?
Pemeran utamanya meliputi Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Faqih Alaydrus, dan Donny Damara.
Berapa durasi Munafik: Melawan Iblis?
Munafik: Melawan Iblis (2026) berdurasi 103 menit (1j 43m).
Apa klasifikasi usia Munafik: Melawan Iblis?
Munafik: Melawan Iblis (2026) mendapat klasifikasi D17.
Di mana saya bisa menonton Munafik: Melawan Iblis?
Ketersediaan layanan streaming berbeda di tiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terbaru.
Apakah Munafik: Melawan Iblis layak ditonton?
Layak ditonton bagi penggemar horor religi yang atmosferik. Suasana dan sinematografinya kuat, meski teror-terornya cukup mudah ditebak.
Apakah Munafik: Melawan Iblis adalah film remake?
Ya. Film ini adalah remake Indonesia dari film Malaysia Munafik (2016).
Apakah Munafik: Melawan Iblis cocok untuk anak-anak?
Tidak. Film ini berklasifikasi D17 di Indonesia, artinya ditujukan bagi penonton berusia 17 tahun ke atas.
Ditulis oleh
Site AdminSite Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.




