Langsung ke konten
Nonton1234
Poster Penerbangan Terakhir (2026)

Review Penerbangan Terakhir: Romansa Penuh Turbulensi, Pendaratan Kurang Mulus

Penerbangan Terakhir (2026)

  • 15 Januari 2026
  • 1h 51m
  • Indonesian
  • D 17+
  • Streaming

Kapten Deva Angkasa adalah pilot tampan dan karismatik yang memikat para pramugari di maskapainya. Saat ia diam-diam kembali berhubungan dengan Tiara, awak kabin dari masa lalunya, affair itu berbenturan dengan pasangannya yang ambisius dan berprofesi sebagai influencer.

Bagikan:
Ulasan

Oleh Site Admin · · 3 menit baca

Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.

Tonton Trailer

Penerbangan Terakhir — Official Trailer

Official Trailer

YouTube

6.8dari 10

Rating kami

  • Cerita6.3
  • Akting7.1
  • Visual7
  • Penyutradaraan6.8
  • Musik6.5

Cocok untuk: Penggemar drama romantis Indonesia

Cara kami memberi rating
Dalam artikel ini
  1. Review Penerbangan Terakhir: Ringkasan Cerita (Tanpa Spoiler)
  2. Kelebihan Penerbangan Terakhir
  3. Pemeran dan Akting Penerbangan Terakhir
  4. Kekurangan Penerbangan Terakhir
  5. Apakah Penerbangan Terakhir Layak Ditonton?
  6. Siapa yang Akan Menikmati Penerbangan Terakhir

Review Penerbangan Terakhir ini mengulas drama Indonesia yang mengilap, yang mengubah ruang kru maskapai menjadi panci bertekanan. Sutradara sekaligus penulis Benni Setiawan membangun romansa seputar pesona, rahasia, dan kontrol. Memang terasa seperti sinetron, tetapi tetap membuat Anda terus menonton.

Review Penerbangan Terakhir: Ringkasan Cerita (Tanpa Spoiler)

Plot Penerbangan Terakhir berpusat pada Kapten Deva Angkasa, pilot muda yang tampan, pandai merayu, dan licin secara emosional. Ia menghujani banyak pramugari maskapai dengan perhatian, dan film ini jelas menunjukkan bahwa pesona itu adalah alat. Tiara adalah salah satu awak yang terjerat dalam orbitnya.

Situasi menegang ketika Deva memulai hubungan tersembunyi dengan seorang pramugari dari masa lalunya. Ia sudah punya pasangan yang ambisius dan berprofesi sebagai influencer, dan perempuan itu bukan sosok yang diam saja. Yang terjadi kemudian adalah siklus permainan pikiran, saat setiap senyum dan setiap pesan membawa risiko.

Film ini juga dikenal dengan judul bahasa Inggris The Last Flight. Saya membatasi bagian ini pada premis awal, karena keseruannya ada pada menyaksikan kebohongan yang menumpuk.

Kelebihan Penerbangan Terakhir

Gagasan terkuatnya adalah latar tempat kerja. Maskapai adalah dunia seragam, jadwal, dan pertunjukan publik yang konstan, sehingga affair rahasia terasa benar-benar berbahaya. Semua orang mengamati, dan semua punya alasan untuk bergosip.

Setiawan memperlakukan romansa ini bukan sebagai kisah cinta, melainkan studi tentang tekanan emosional. Pesona digambarkan sebagai sesuatu yang bisa menyakiti. Satu ringkasan ala kritikus menyebutnya romansa penerbangan yang berubah menjadi studi menegangkan tentang pesona, rahasia, dan tekanan emosional, dan itu sesuai dengan yang saya tonton.

  • Premis yang jelas dan mudah dirasakan: rekan kerja karismatik yang selalu diperingatkan semua orang.

  • Durasi 111 menit yang ringkas dan jarang bertele-tele.

  • Banyak dialog tajam dan genit yang membuat Anda meringis sekaligus tersenyum miring.

Sebagai drama dengan bumbu romantis, film ini tahu penontonnya dan menghadirkan tarik-ulur yang mereka harapkan.

Pemeran dan Akting Penerbangan Terakhir

Jajaran pemeran Penerbangan Terakhir dipimpin Jerome Kurnia sebagai Deva Angkasa. Ia memainkan peran ini dengan kepercayaan diri yang santai dan rapi, dan film ini bergantung pada kemampuannya membuat pesona itu terasa meyakinkan. Saat ia berubah dingin, peralihannya terasa kena.

Nadya Arina memerankan Tiara, pramugari yang kembali tertarik padanya. Aghniny Haque tampil sebagai Nadia, Nasya Marcella sebagai Eva, dan Devina Bertha sebagai Siska, melengkapi lingkaran maskapai. Ayu Dyah Pasha memerankan Ibu Tiara, yang menambah sudut pandang keluarga dalam cerita.

Para pemain menyampaikan ketegangan dengan baik, terutama dalam adegan dua orang di mana tak seorang pun mengatakan maksud sebenarnya. Beberapa karakter pendukung terasa lebih sebagai fungsi ketimbang manusia, tetapi para pemeran utama menjaga cerita tetap membumi.

Kekurangan Penerbangan Terakhir

Masalah utamanya adalah mudah ditebak. Jika Anda pernah menonton kisah tentang pria karismatik yang berselingkuh, Anda bisa menebak beberapa momen sebelum terjadi. Seorang penonton di Letterboxd menyebut film ini membuatnya bertanya-tanya mengapa orang-orangnya tidak langsung bicara terus terang sejak awal, dan rasa frustrasi itu mudah dipahami.

Perang psikologisnya juga cenderung hanya di permukaan. Naskahnya menunjuk pada manipulasi tanpa selalu menggali alasan seseorang bertahan. Skor penonton terbelah antarplatform, dengan IMDb 7,6/10 dan Letterboxd 2,74 dari 5, dan menurut saya selisih itu mencerminkan betapa memecah pendapatnya wilayah cerita yang familier ini.

Saya juga tidak menemukan ulasan kritikus mendalam yang menjelaskan perbedaan itu, jadi anggap skor hanya sebagai panduan kasar.

Apakah Penerbangan Terakhir Layak Ditonton?

Ya, jika Anda menyukai drama romantis yang bergigi, Penerbangan Terakhir layak ditonton. Film ini tidak revolusioner, tetapi temponya baik, pemerannya pas, dan percaya diri dengan suasana yang diinginkannya.

Tanggal rilis Penerbangan Terakhir adalah 15 Januari 2026 di Indonesia, dan film ini berating D 17+, jadi cocok untuk remaja yang lebih tua dan dewasa. Datanglah dengan ekspektasi melodrama yang menegangkan, bukan studi karakter yang mendalam, dan Anda kemungkinan besar akan menikmatinya.

Sebagai rujukan, Anda bisa melihat halaman Penerbangan Terakhir di IMDb untuk detail pemeran dan skor penonton.

Siapa yang Akan Menikmati Penerbangan Terakhir

  • Penggemar drama hubungan Indonesia dengan sudut pesona toksik, seperti judul-judul lain dalam review film romantis kami.

  • Penonton yang menyukai latar tempat kerja di mana gosip dan rahasia bertabrakan.

  • Siapa pun yang mencari rilisan lokal terbaru, seperti ulasan kami tentang Semua Akan Baik-Baik Saja, dan menginginkan tontonan yang lebih tajam dan dewasa.

Kelebihan

  • Latar tempat kerja yang kuat dan menaikkan taruhan cerita
  • Jerome Kurnia meyakinkan sebagai pilot yang karismatik sekaligus manipulatif
  • Tempo cepat dalam durasi 111 menit
  • Dialog tajam dan genit

Kekurangan

  • Alur cerita mudah ditebak
  • Permainan psikologisnya hanya di permukaan
  • Beberapa karakter pendukung terasa tipis

Kesimpulan Kami

Drama romansa maskapai yang mengilap dan menegangkan. Ceritanya terasa familier tetapi tetap menarik, dengan pemeran utama yang tampil percaya diri. Layak ditonton bagi penggemar drama romansa toksik.

Pemeran & Kru

Foto: TMDB, Antara TV Indonesia / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan Penerbangan Terakhir dirilis?

Penerbangan Terakhir (2026) tayang di bioskop pada 15 Januari 2026.

Siapa sutradara Penerbangan Terakhir?

Penerbangan Terakhir (2026) disutradarai oleh Benni Setiawan.

Siapa saja pemeran Penerbangan Terakhir?

Pemeran utamanya antara lain Jerome Kurnia, Nadya Arina, Aghniny Haque, Nasya Marcella, dan Devina Bertha.

Berapa durasi Penerbangan Terakhir?

Penerbangan Terakhir (2026) berdurasi 111 menit (1 jam 51 menit).

Apa klasifikasi usia Penerbangan Terakhir?

Penerbangan Terakhir (2026) berating D 17+.

Di mana saya bisa menonton Penerbangan Terakhir?

Ketersediaan streaming berbeda di tiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terkini.

Apakah Penerbangan Terakhir layak ditonton?

Ya, jika Anda suka drama romantis yang menegangkan. Beberapa bagiannya mudah ditebak, tetapi latar ceritanya dan penampilan Jerome Kurnia sebagai pemeran utama membuatnya tetap menarik.

Apakah Penerbangan Terakhir punya judul bahasa Inggris?

Ya, film ini juga dikenal dengan judul bahasa Inggris The Last Flight.

Siapa bintang Penerbangan Terakhir?

Jerome Kurnia memerankan Kapten Deva Angkasa, bersama Nadya Arina sebagai Tiara, Aghniny Haque sebagai Nadia, Nasya Marcella sebagai Eva, dan Devina Bertha sebagai Siska.

S

Ditulis oleh

Site Admin

Site Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.

Laporkan kesalahan

Jelajahi Lainnya

Lihat semua