Langsung ke konten
Nonton1234
Poster Sengkolo: Petaka Satu Suro (2026)

Review Sengkolo: Petaka Satu Suro: Horor Jawa untuk Penggemar Slow-Burn

Sengkolo: Petaka Satu Suro (2026)

  • 22 Januari 2026
  • 1h 44m
  • Indonesian
  • D17 (Indonesia)
  • Streaming

Rahayu, seorang bidan, menjalani kehidupan keluarga yang tenang di Desa Sukowati sampai serangkaian musibah mulai mengancamnya. Menjelang malam sakral Satu Suro, bencana gaib menyebar ke seluruh desa.

Bagikan:
Ulasan

Oleh Site Admin · · 3 menit baca

Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.

Tonton Trailer

Sengkolo: Petaka Satu Suro — Official Trailer

Official Trailer

YouTube

5.5dari 10

Rating kami

  • Cerita5.8
  • Akting5.5
  • Visual6
  • Penyutradaraan5.5
  • Musik5

Cocok untuk: Penggemar horor cerita rakyat yang lebih menyukai suasana daripada jumpscare

Cara kami memberi rating
Dalam artikel ini
  1. Review Sengkolo: Petaka Satu Suro: Ringkasan Cerita (Tanpa Spoiler)
  2. Yang Berhasil dalam Sengkolo: Petaka Satu Suro
  3. Cerita Rakyat sebagai Fondasi
  4. Pemeran dan Penampilan Sengkolo: Petaka Satu Suro
  5. Di Mana Sengkolo: Petaka Satu Suro Tersandung
  6. Apakah Sengkolo: Petaka Satu Suro Layak Ditonton?
  7. Siapa yang Akan Menikmati Sengkolo: Petaka Satu Suro

Review Sengkolo: Petaka Satu Suro ini mengulas horor cerita rakyat Jawa yang hadir dua tahun setelah film pertamanya. Disutradarai Deni Saputra, film ini membangun ketakutan di sekitar malam sakral Satu Suro dan desa yang terus tertekan. Atmosfernya melimpah, tetapi soal teror, ceritanya lain.

Review Sengkolo: Petaka Satu Suro: Ringkasan Cerita (Tanpa Spoiler)

Alur Sengkolo: Petaka Satu Suro mengikuti Rahayu, seorang bidan yang kehidupan keluarganya tenang sampai serangkaian musibah mulai mengancamnya. Tak lama, masalah itu menyebar. Kejadian-kejadian aneh menimpa Desa Sukowati, dan banyak korbannya adalah perempuan hamil.

Semakin dekat malam Satu Suro, semakin parah pula penampakan dan kejadian yang muncul. Warga yang marah menuntut jawaban, dan ketegangan meningkat setiap matahari terbenam. Film ini adalah sekuel Sengkolo: Malam Satu Suro (2024), meski premisnya cukup mudah diikuti tanpa menonton film pertama.

Ini adalah film horor murni yang berakar pada kepercayaan lokal. Rebecca Maruska Bath menulis skenarionya, dan tradisi Suro memberi cerita ini tenggat waktu yang jelas.

Yang Berhasil dalam Sengkolo: Petaka Satu Suro

Latarnya adalah kartu terkuat film ini. Hutan yang gelap dan desa yang waswas menciptakan rasa tidak nyaman yang nyata, dan penonton menyebut adegan hutan sebagai bagian paling menegangkan.

Film ini juga menunjukkan kesabaran. Salah satu ulasan berbahasa Indonesia di Montase Film memujinya karena tidak buru-buru memperlihatkan sosok menyeramkannya demi mengejar efek kejut. Penahanan diri itu patut diapresiasi, dan menurut ulasan tersebut, ini menjadi debut film panjang yang cukup manis bagi sang sutradara.

Cerita Rakyat sebagai Fondasi

Menjadikan Satu Suro sebagai tulang punggung memberi cerita ini identitas budaya. Perempuan hamil sebagai target juga membuat ancaman gaibnya terasa lebih personal. Jika Anda menyukai horor yang beraroma dupa dan tradisi lama, film ini akan terasa akrab dalam arti yang baik.

Untuk sensasi horor lokal serupa, Anda bisa membandingkannya dengan review Pirunduk, rilisan Indonesia lain yang digerakkan oleh cerita rakyat.

Pemeran dan Penampilan Sengkolo: Petaka Satu Suro

Pemeran Sengkolo: Petaka Satu Suro dipimpin Aulia Sarah sebagai Rahayu, sang bidan yang menjadi pusat cerita. Agla Artalidia berperan sebagai Marni, Cindy Nirmala sebagai Ratih, dan Dimas Aditya muncul sebagai Cipto. Sharon Jovian memerankan Utari, dan Diaz Ardiawan memerankan Yudi.

Ansambel pemeran membuat desa terasa hidup, dengan para tetangga yang tampak saling mengenal dan takut pada hal yang sama. Rahayu menjadi jangkar emosional karena kehidupannya yang tenang adalah yang pertama terganggu. Saya tidak menemukan catatan kritis terperinci tentang penampilan masing-masing pemeran, jadi pujian terbaiknya adalah bahwa para pemeran membantu komunitas ini terasa meyakinkan.

Di Mana Sengkolo: Petaka Satu Suro Tersandung

Keluhan utamanya sederhana: film ini kurang menyeramkan. Seorang penonton Letterboxd menyebut ceritanya bagus tetapi faktor menakutkannya kurang. Yang lain menilai jumpscare-nya hambar dan desain hantunya aneh, bahkan lucu tanpa disengaja.

Itu masalah serius bagi sebuah film horor. Saat makhluknya muncul, suasana yang dibangun oleh hutan dan cerita rakyat bisa buyar. Sebagian penonton merasa horornya terlalu konyol untuk dianggap serius.

Ini adalah pendapat penonton dan blog, bukan konsensus resmi kritikus, dan tidak ada skor agregat utama yang tersedia. Rating penonton sangat bervariasi menurut sumber, jadi berhati-hatilah terhadap satu angka saja. Jika Anda ingin film yang lebih konsisten menakutkan, halaman ulasan film horor kami punya pilihan lain.

Apakah Sengkolo: Petaka Satu Suro Layak Ditonton?

Film ini layak ditonton jika Anda lebih menghargai atmosfer dan cerita rakyat daripada jump scare, tetapi hasilnya campur aduk bagi penggemar horor pada umumnya. Latar dan pengungkapan yang perlahan adalah kekuatan nyata. Makhluknya dan momen-momen terornya adalah titik lemah.

Dengan durasi 104 menit, tempo film ini wajar dan tidak bertele-tele. Penonton yang menyukai film pertamanya mungkin ingin melihat arah ceritanya. Penonton baru pun bisa langsung masuk tanpa kesulitan berarti.

Tanggal rilis Sengkolo: Petaka Satu Suro di Indonesia adalah 22 Januari 2026. Untuk informasi resmi, halaman Moviebuff untuk film ini bisa menjadi titik awal yang berguna. Saya tidak dapat memastikan ketersediaan streaming, jadi periksa jadwal tayang setempat.

Siapa yang Akan Menikmati Sengkolo: Petaka Satu Suro

  • Penggemar horor cerita rakyat Indonesia dan Jawa yang lebih menyukai suasana daripada kejutan.

  • Penonton yang sudah menonton Sengkolo: Malam Satu Suro dan menginginkan kelanjutannya.

  • Penggemar horor yang bisa memaafkan efek makhluk yang tidak merata demi latar hutan yang kuat.

Kelebihan

  • Latar hutan gelap yang mencekam
  • Cerita rakyat Satu Suro Jawa yang kaya
  • Pembangunan cerita yang sabar sebelum sosok menyeramkan muncul
  • Ansambel warga desa yang meyakinkan

Kekurangan

  • Teror dan jumpscare sering kurang mengena
  • Desain hantu bisa terasa lucu tanpa disengaja
  • Nuansa horor tidak konsisten

Kesimpulan Kami

Sengkolo: Petaka Satu Suro punya suasana dan unsur cerita rakyat layaknya horor desa yang baik, tetapi terornya tidak sekuat atmosfernya. Cukup layak ditonton bagi penggemar genre ini yang sabar.

Pemeran & Kru

Foto: TMDB

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan Sengkolo: Petaka Satu Suro dirilis?

Sengkolo: Petaka Satu Suro (2026) tayang di bioskop pada 22 Januari 2026.

Siapa sutradara Sengkolo: Petaka Satu Suro?

Sengkolo: Petaka Satu Suro (2026) disutradarai oleh Deni Saputra.

Siapa saja pemeran Sengkolo: Petaka Satu Suro?

Pemeran utamanya antara lain Aulia Sarah, Agla Artalidia, Cindy Nirmala, Dimas Aditya, dan Sharon Jovian.

Berapa durasi Sengkolo: Petaka Satu Suro?

Sengkolo: Petaka Satu Suro (2026) berdurasi 104 menit (1j 44m).

Apa klasifikasi usia Sengkolo: Petaka Satu Suro?

Sengkolo: Petaka Satu Suro (2026) berklasifikasi D17 (Indonesia).

Di mana saya bisa menonton Sengkolo: Petaka Satu Suro?

Ketersediaan streaming berbeda di setiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terkini.

Apakah Sengkolo: Petaka Satu Suro layak ditonton?

Film ini layak dilirik demi cerita rakyat dan atmosfernya, terutama adegan-adegan di hutan. Penonton terbelah soal terornya, jadi bersiaplah untuk suasana yang lebih menonjol daripada ketakutan.

Apakah Sengkolo: Petaka Satu Suro sebuah sekuel?

Ya, film ini melanjutkan Sengkolo: Malam Satu Suro dari 2024. Ceritanya berlatar cerita rakyat Jawa seputar malam Suro.

Siapa bintang Sengkolo: Petaka Satu Suro?

Aulia Sarah berperan sebagai Rahayu, dengan Agla Artalidia, Cindy Nirmala, Dimas Aditya, Sharon Jovian, dan Diaz Ardiawan dalam jajaran pemeran.

S

Ditulis oleh

Site Admin

Site Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.

Laporkan kesalahan

Jelajahi Lainnya

Lihat semua