

Ulasan Beautiful Pain: Dmaz Brodjonegoro Mengangkat Kekerasan yang Tersembunyi
Beautiful Pain (2026)
- 22 Oktober 2026
- 1h 39m
- Indonesian
- 17+ (LSF)
- Di Bioskop
Di tengah perceraian yang pahit, seorang ibu tunggal mendapat kesempatan tak terduga di industri film dan peluang untuk mandiri secara finansial. Setelah itu, ia harus menghadapi bahaya di tempat kerja serta perebutan hak asuh anak yang didorong oleh mantan suaminya. Kisahnya terinspirasi dari kejadian nyata.
Oleh Site Admin · · 3 menit baca
Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.
Tonton Trailer

Official Trailer
YouTube
Rating kami
- Cerita7
- Akting7
- Visual6.5
- Penyutradaraan6.8
- Musik6.5
Cocok untuk: Penonton drama keluarga Indonesia yang serius
Cara kami memberi ratingDalam artikel ini
Ulasan Beautiful Pain ini diawali dengan satu poin sederhana: film ini mengangkat topik yang dihindari banyak drama. Dmaz Brodjonegoro menyutradarai drama Indonesia tentang seorang perempuan yang berusaha membangun kembali hidupnya di tengah perceraian. Berdurasi 99 menit, film ini tayang di bioskop pada 22 Oktober 2026.
Ulasan Beautiful Pain: Alur Cerita Sejauh Ini (Tanpa Spoiler)
Alur Beautiful Pain berpusat pada Niken, yang diperankan oleh Raihaanun. Ia adalah ibu tunggal yang sedang menjalani perceraian yang penuh perselisihan. Keuangannya pas-pasan, dan kemandiriannya terasa rapuh.
Lalu sebuah kesempatan tak terduga muncul di industri film. Peluang itu bisa memberinya pijakan finansial yang ia butuhkan. Namun karier barunya membawa bahayanya sendiri, dan mantan suaminya, Dirga, yang diperankan Baim Wong, tidak mau membiarkannya melangkah maju dengan tenang.
Film ini terinspirasi dari kisah nyata, yang membuat premisnya terasa lebih bobot. Saya tidak akan membocorkan arah ceritanya setelah bagian pembuka. Cukup diketahui bahwa konfliknya bergerak antara rumah, tempat kerja, dan sengketa hak asuh anak.
Kelebihan Beautiful Pain
Kekuatan terbesar film ini adalah keberaniannya melihat luka yang tidak meninggalkan memar. Ulasan berbahasa Indonesia di Suara.com memuji film ini karena mengangkat isu yang sering dihindari, termasuk kekerasan psikologis dan manipulasi, selain kekerasan fisik. Fokus itu memberi drama ini tujuan yang jelas.
Penyusunan ceritanya pun cerdas. Menempatkan jalan keluar seorang perempuan di dalam industri film memungkinkan cerita membicarakan dua jenis tekanan sekaligus: pernikahan yang tidak sehat dan tempat kerja dengan ketimpangan kekuasaannya sendiri.
Tema yang relevan, digarap dengan serius
Durasi 99 menit yang padat
Premis yang mengaitkan kehidupan rumah tangga dengan risiko profesional
Cuplikan di Letterboxd menyebutnya drama keluarga yang solid dengan dramatisasi yang kuat. Itu sesuai dengan pendekatan emosional film ini, yang bertumpu pada konfrontasi dan taruhan yang tinggi. Jika Anda menyukai ulasan film drama yang dibangun dari perjuangan di dunia nyata, film ini jelas masuk jalur tersebut.
Pemain dan Akting di Beautiful Pain
Jajaran pemain Beautiful Pain dipimpin Raihaanun sebagai Niken. Perannya menuntut ketangguhan sekaligus kerentanan dalam porsi yang seimbang, dan cerita ini bergantung pada kemampuan penonton mempercayai keduanya.
Baim Wong memerankan Dirga, mantan suami yang menjadikan perebutan hak asuh sebagai senjata. Peran ini menjadi sumber ketegangan utama film.
Pemeran pendukungnya meliputi:
Tarra Budiman sebagai Randy
Jajang C. Noer sebagai Rahmania
Sha Ine Febriyanti sebagai Nadya
Nikita Mirzani sebagai Marcella
Jajang C. Noer dan Sha Ine Febriyanti adalah nama yang akrab bagi penggemar sinema Indonesia, dan kehadiran mereka menambah kedalaman pada kisah tentang keluarga dan tekanan ini. Tim penulisnya terdiri dari Hanung Bramantyo, Dmaz Brodjonegoro, dan Titien Wattimena.
Kekurangan Beautiful Pain
Ulasan sejauh ini masih terbatas, dan sumber yang saya temukan tidak menjabarkan kelemahan film ini. Ulasan Suara.com menyebut film ini tidak luput dari kekurangan, tetapi tidak merincinya. Saya tidak akan menebak masalah yang tidak bisa saya buktikan.
Meski begitu, ada beberapa catatan umum. Kisah tentang manipulasi dan perebutan hak asuh bisa tergelincir menjadi melodrama, dan film dengan begitu banyak titik tekanan bisa kesulitan memberi ruang bagi masing-masing. Penonton yang lebih menyukai penceritaan tenang dan terkendali mungkin akan merasa nuansa dramatisnya terlalu berat.
Film ini juga mendapat klasifikasi usia 17+ di Indonesia, yang menandakan tema dewasa. Penonton yang sensitif sebaiknya mempertimbangkannya.
Apakah Beautiful Pain Layak Ditonton?
Ya, jika Anda menginginkan drama Indonesia yang serius dengan pesan yang jelas. Reaksi awal di dalam negeri menunjukkan film yang keberaniannya lebih penting daripada kemasannya, dan itu pertukaran yang masuk akal untuk kisah tentang kekerasan yang sering tak bernama.
Konsensus kritikus belum ada. Belum ada skor Rotten Tomatoes atau Metacritic, dan satu suara pengguna di TMDB terlalu sedikit untuk bermakna. Jadi anggaplah ini sebagai rekomendasi yang berdasar, bukan putusan dari banyak penonton.
Untuk informasi dasar tentang film ini, halaman Beautiful Pain di TMDB memuat detail dasarnya. Jika Anda mencari tontonan yang serupa, ulasan Kupeluk Kamu Selamanya kami bukan pilihan yang cocok, tetapi ulasan Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? membahas drama Indonesia lain yang digerakkan oleh emosi.
Siapa yang Akan Menikmati Beautiful Pain
Penggemar drama keluarga Indonesia dengan taruhan di dunia nyata
Penonton yang menginginkan kisah tentang kekerasan psikologis dan konflik hak asuh
Penggemar Raihaanun, Baim Wong, atau sutradara Dmaz Brodjonegoro
Kelebihan
- Berani mengangkat isu yang kerap dihindari
- Durasi 99 menit yang padat
- Pemeran pendukung yang kuat dan berpengalaman
- Premis yang mengaitkan tekanan di rumah dan di tempat kerja
Kekurangan
- Ulasan kritikus sejauh ini masih terbatas
- Berpotensi condong ke melodrama
- Tema berat yang tidak cocok untuk semua penonton
Kesimpulan Kami
Beautiful Pain adalah drama yang tulus dan layak diperhatikan karena temanya, meski ulasan awal belum merinci kekurangannya. Film ini layak ditonton demi tema dan jajaran pemainnya.
Pemeran & Kru
- Dmaz BrodjonegoroSutradara
RaihaanunNiken
Baim WongDirga
Tarra BudimanRandy
Jajang C. NoerRahmania
Sha Ine FebriyantiNadya
Nikita MirzaniMarcella
Foto: Media Indonesia / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons, Netmediatama / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons, TMDB, Jajang_C._Noer_and_Nia_Di_Nata_(735257494).jpg: christian r from Singapore deriv / CC BY-SA 2.0 via Wikimedia Commons, Medcom / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Beautiful Pain dirilis?
Beautiful Pain (2026) dirilis di bioskop pada 22 Oktober 2026.
Siapa sutradara Beautiful Pain?
Beautiful Pain (2026) disutradarai oleh Dmaz Brodjonegoro.
Siapa saja pemain Beautiful Pain?
Pemeran utamanya antara lain Raihaanun, Baim Wong, Tarra Budiman, Jajang C. Noer, dan Sha Ine Febriyanti.
Berapa durasi Beautiful Pain?
Beautiful Pain (2026) berdurasi 99 menit (1j 39m).
Apa klasifikasi usia Beautiful Pain?
Beautiful Pain (2026) mendapat klasifikasi 17+ (LSF).
Di mana saya bisa menonton Beautiful Pain?
Beautiful Pain (2026) belum memiliki jadwal rilis streaming yang dikonfirmasi. Kami akan memperbarui halaman ini setelah platformnya diumumkan.
Apakah Beautiful Pain layak ditonton?
Ya, bagi penonton yang menginginkan drama serius tentang kekerasan psikologis dan fisik. Ulasan kritikus masih terbatas, jadi sebaiknya jangan berekspektasi terlalu tinggi.
Apakah Beautiful Pain berdasarkan kisah nyata?
Ya, film ini disebut terinspirasi dari kisah nyata. Sumber yang saya temukan tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang peristiwa aslinya.
Apakah Beautiful Pain sama dengan film Malaysia tahun 2016?
Bukan. Film Malaysia tahun 2016 dengan judul Inggris yang sama disutradarai oleh Tunku Mona Riza. Drama Indonesia 2026 ini adalah film yang berbeda.
Ditulis oleh
Site AdminSite Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.




