Langsung ke konten
Nonton1234
Poster Kafir: Gerbang Sukma (2026)

Review Kafir: Gerbang Sukma: Teror Variatif, Alur Lambat

Kafir: Gerbang Sukma (2026)

  • 29 Januari 2026
  • 1h 48m
  • Indonesian
  • Streaming

Delapan tahun setelah tragedi yang berkaitan dengan ilmu hitam, Sri membangun kembali hidupnya bersama putrinya. Kabar bahwa ibunya sakit parah membawa keluarga itu ke rumah orang tuanya. Di sana, dosa masa lalu yang selama ini ia sembunyikan mulai mengancam semua orang yang ia sayangi.

Bagikan:
Ulasan

Oleh Site Admin · · 3 menit baca

Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.

Tonton Trailer

Kafir: Gerbang Sukma — Teaser Trailer

Teaser Trailer

YouTube

6.2dari 10

Rating kami

  • Cerita5.8
  • Akting6.8
  • Visual6.4
  • Penyutradaraan5.9
  • Musik6.2

Cocok untuk: Penggemar horor okultisme Indonesia dan film pertamanya

Cara kami memberi rating
Dalam artikel ini
  1. Review Kafir: Gerbang Sukma: Ringkasan Cerita (Tanpa Spoiler)
  2. Yang Berhasil di Kafir: Gerbang Sukma
  3. Pemeran dan Akting Kafir: Gerbang Sukma
  4. Di Mana Kafir: Gerbang Sukma Tersandung
  5. Apakah Kafir: Gerbang Sukma Layak Ditonton?
  6. Siapa yang Akan Menikmati Kafir: Gerbang Sukma

Review Kafir: Gerbang Sukma ini membahas sekuel yang kembali ke keluarga yang dikutuk ilmu hitam di film tahun 2018. Azhar Kinoi Lubis menyutradarai drama horor yang bertumpu pada atmosfer, rasa bersalah, dan ritual. Film ini bukan lanjutan yang sempurna, tetapi cukup menghadirkan teror untuk memikat penggemar genre ini.

Review Kafir: Gerbang Sukma: Ringkasan Cerita (Tanpa Spoiler)

Delapan tahun telah berlalu sejak Herman meninggal akibat ilmu hitam. Sri, sang janda, membangun kembali hidupnya bersama putrinya, Dina, sementara Andi, yang kini menikah dengan Rani, tinggal tak jauh dari mereka. Keluarga itu telah menemukan ketenangan yang rapuh.

Lalu ayah Sri mengabarkan bahwa ibunya sakit keras. Keluarga itu pun bepergian untuk menjenguk, dan perjalanan tersebut menjadi awal masalah mereka. Dosa masa lalu yang selama ini Sri pendam kini mengancam semua orang di sekitarnya.

Alur Kafir: Gerbang Sukma adalah perpaduan klasik antara rahasia keluarga dan teror okultisme. Film ini melanjutkan film pertamanya, Kafir: Bersekutu dengan Setan, sehingga penonton baru mungkin sedikit bingung di awal. Meski begitu, film ini tetap memberikan penjelasan yang cukup agar cerita utamanya bisa dipahami.

Yang Berhasil di Kafir: Gerbang Sukma

Aset terkuatnya adalah atmosfer. Para kritikus mencatat bahwa horornya lebih variatif dari yang Anda duga, memadukan rasa cemas yang merayap dengan kejutan yang lebih keras. Itu memberi tekstur pada durasi 108 menitnya.

  • Keluarga sebagai pusat cerita: drama ini memberi bobot emosional pada teror, karena kita peduli pada nasib Sri dan orang-orang yang ia cintai.

  • Rasa bersalah sebagai tema: dosa tersembunyi memberi cerita inti moral, bukan sekadar rangkaian jump scare.

  • Nuansa pedesaan dan ritual: kunjungan ke rumah orang tua menghadirkan suasana mencekam yang cocok dengan genrenya.

Beberapa pengulas menyebutnya sekuel yang menghibur, meski tidak menyamai film aslinya. Yang lain menganggapnya lebih menarik daripada pendahulunya. Perbedaan itu menunjukkan film ini paling pas bagi penonton yang menikmati horor okultisme Indonesia dengan tempo pelan yang membangun ketegangan.

Jika Anda menyukai genre ini, ulasan film horor kami memuat lebih banyak film sejenis.

Pemeran dan Akting Kafir: Gerbang Sukma

Pemeran Kafir: Gerbang Sukma dipimpin Putri Ayudya sebagai Sri. Ia memikul beban emosional film, memerankan seorang ibu yang berusaha melindungi keluarganya sambil menyembunyikan sesuatu yang menyakitkan. Aktingnya memberi cerita ini jangkar yang manusiawi.

Rangga Azof kembali sebagai Andi, dan Asha Assuncao memerankan istrinya, Rani. Nadya Arina berperan sebagai Dina, putri Sri, dan Indah Permatasari muncul sebagai Hanum. Arswendy Bening Swara memerankan Kakek, sosok kakek yang menghadirkan kesan meresahkan di rumah keluarga.

Para pemainnya cukup solid bersama. Adegan drama antaranggota keluarga terasa lebih meyakinkan daripada adegan supranaturalnya. Untuk kisah penuh ketegangan dan rahasia lainnya, simak ulasan film thriller kami.

Di Mana Kafir: Gerbang Sukma Tersandung

Keluhan utamanya adalah tempo. Satu ulasan menyebut alurnya repetitif dan lambat, dan itu sejalan dengan penerimaan secara umum. Adegan-adegan mencekam bisa terasa lebih panjang dari yang diperlukan.

Gagasan ritual yang menjadi inti cerita juga terasa kurang tergarap. Seorang pengulas di Lewats Film merasa ide itu tidak digali cukup dalam hingga benar-benar meresahkan. Tanpa kedalaman itu, sebagian horornya terasa familier, bukan menakutkan.

Penyutradaraan adalah titik lemah lainnya. Seorang kritikus menilai film ini kaku di momen bertempo tinggi, saat aksi mulai cepat dan penataan adegan kehilangan kendali. Seorang penonton di IMDb juga merasa ending-nya agak terburu-buru, jadi bersiaplah untuk bagian akhir yang tergesa.

Apakah Kafir: Gerbang Sukma Layak Ditonton?

Ya, jika Anda menyukai horor Indonesia dan menikmati film pertamanya, Kafir: Gerbang Sukma layak ditonton. Skor penonton sangat bervariasi di tiap platform: IMDb menunjukkan 8,7/10 dari 23 rating, Letterboxd rata-rata 2,96, dan TMDB mencatat 6,3/10. Belum ada konsensus kritikus.

Rentang skor itu bercerita banyak. Penggemar serinya tampak menikmatinya, sementara penonton kasual mungkin menganggapnya lambat. Tontonlah demi suasananya dan drama keluarganya, bukan sebagai mesin teror yang tanpa henti.

Film ini dirilis pada 29 Januari 2026 di Indonesia. Anda bisa memeriksa ketersediaannya di JustWatch jika ingin tahu di mana menonton Kafir: Gerbang Sukma.

Siapa yang Akan Menikmati Kafir: Gerbang Sukma

  • Penggemar film orisinal 2018 yang ingin melihat kisah keluarga ini berlanjut.

  • Penonton yang menyukai horor okultisme yang dibangun dari rasa bersalah, rahasia, dan ikatan keluarga.

  • Siapa pun yang ingin menjelajahi horor Indonesia terbaru, seperti ulasan kami tentang Bisikan Desa Gringsing.

Jika Anda mencari teror cepat dan tanpa henti, mungkin sebaiknya cari tontonan lain.

Kelebihan

  • Atmosfer horor yang variatif
  • Putri Ayudya tampil kuat secara emosional
  • Drama keluarga yang dipenuhi rasa bersalah memberi bobot pada teror

Kekurangan

  • Alur lambat dan repetitif
  • Konsep ritual kurang tergali
  • Arahan terasa kaku di adegan bertempo cepat
  • Ending terburu-buru menurut sebagian penonton

Kesimpulan Kami

Kafir: Gerbang Sukma adalah sekuel yang atmosferik tetapi tidak merata. Drama keluarga dan teror yang variatif bekerja lebih baik daripada alurnya yang lambat dan repetitif.

Pemeran & Kru

Foto: TMDB, Miquel Bueno / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan Kafir: Gerbang Sukma dirilis?

Kafir: Gerbang Sukma (2026) tayang di bioskop pada 29 Januari 2026.

Siapa sutradara Kafir: Gerbang Sukma?

Kafir: Gerbang Sukma (2026) disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis.

Siapa saja pemeran Kafir: Gerbang Sukma?

Pemeran utamanya antara lain Putri Ayudya, Rangga Azof, Nadya Arina, Indah Permatasari, dan Asha Assuncao.

Berapa durasi Kafir: Gerbang Sukma?

Kafir: Gerbang Sukma (2026) berdurasi 108 menit (1j 48m).

Di mana saya bisa menonton Kafir: Gerbang Sukma?

Ketersediaan streaming berbeda di setiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terbaru.

Apakah Kafir: Gerbang Sukma layak ditonton?

Film ini layak dicoba bagi penggemar horor okultisme Indonesia, terutama jika Anda menyukai film pertamanya. Para pengulas memuji atmosfernya, tetapi mengkritik alurnya yang lambat dan repetitif.

Apakah Kafir: Gerbang Sukma sebuah sekuel?

Ya, film ini melanjutkan Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018). Ceritanya dimulai delapan tahun setelah kematian Herman.

Siapa saja bintang Kafir: Gerbang Sukma?

Putri Ayudya memerankan Sri, bersama Rangga Azof, Nadya Arina, Indah Permatasari, Asha Assuncao, dan Arswendy Bening Swara.

S

Ditulis oleh

Site Admin

Site Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.

Laporkan kesalahan

Jelajahi Lainnya

Lihat semua