Langsung ke konten
Nonton1234
Poster Para Perasuk (2026)

Review Para Perasuk: Drama Trans Wregas Bhanuteja untuk Penonton Berani

Para Perasuk (2026)

  • 23 April 2026
  • 1h 59m
  • Indonesian
  • Streaming

Di sebuah desa tempat kesenangan berarti dirasuki roh, seorang pemuda bernama Bayu ingin menjadi dukun dalam pesta trans. Ia berharap bisa mengumpulkan cukup uang untuk menghentikan penggusuran yang akan datang. Mata air keramat di kawasan Latas menjadi taruhannya.

Bagikan:
Ulasan

Oleh Site Admin · · 3 menit baca

Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.

Tonton Trailer

Para Perasuk — Official Trailer

Official Trailer

YouTube

7.3dari 10

Rating kami

  • Cerita6.5
  • Akting7.3
  • Visual7
  • Penyutradaraan7.8
  • Musik8.6

Cocok untuk: Penggemar drama Indonesia yang berani dan sarat musik

Cara kami memberi rating
Dalam artikel ini
  1. Review Para Perasuk: Sinopsis Singkat (Tanpa Spoiler)
  2. Kelebihan Para Perasuk
  3. Pemain dan Akting di Para Perasuk
  4. Kekurangan Para Perasuk
  5. Apakah Para Perasuk Layak Ditonton?
  6. Siapa yang Akan Menikmati Para Perasuk

Review Para Perasuk ini diawali dengan satu poin sederhana: hanya sedikit drama Indonesia belakangan ini yang terasa seaneh dan seambisius film ini. Sutradara Wregas Bhanuteja membangun dunia utuh di seputar kerasukan roh dan memperlakukannya sebagai pesta, mata pencaharian, sekaligus sumber kesenangan. Film ini juga tayang di World Cinema Dramatic Competition Sundance, dengan judul internasional "Levitating".

Review Para Perasuk: Sinopsis Singkat (Tanpa Spoiler)

Alur Para Perasuk berlatar di sebuah desa di kawasan Latas, tempat kesenangan dan kerasukan berjalan beriringan. Orang-orang datang ke pesta trans untuk dirasuki makhluk spiritual, dan dukun yang memimpin malam itu memegang kuasa nyata. Bayu, diperankan Angga Yunanda, menginginkan peran tersebut.

Alasannya praktis, bukan mistis. Penggusuran membayangi, dan pesta trans yang sukses bisa mengumpulkan uang untuk menghentikannya. Mata air keramat juga menggantung di atas komunitas ini, sehingga taruhannya bersifat pribadi sekaligus komunal.

Premis itu jelas dan mudah diikuti, bahkan jika Anda tidak tahu apa-apa tentang tradisi yang menginspirasinya. Satu ulasan penonton di TMDB menyebut film ini terinspirasi pengalaman Wregas bersama adiknya, yang bisa menjelaskan sisi personalnya. Kami tidak dapat memverifikasinya di luar ulasan tersebut, jadi anggap saja sebagai komentar penonton.

Kelebihan Para Perasuk

Aset terkuatnya adalah atmosfer. Seorang pengulas Indonesia mencatat bahwa film ini tidak membangun rasa takut lewat kejutan, melainkan lewat perasaan akrab yang perlahan berubah menjadi aneh. Itu gambaran yang pas untuk nuansanya: hal sehari-hari perlahan bergeser menjadi sesuatu yang ganjil.

Musiknya menjadi sorotan yang jelas. FilmInk memuji komposisi Yennu Ariendra yang memadukan gamelan tradisional dengan elektronika modern, seruling, harmonika, dan gitar listrik. Vokal Anggun yang memukau menambah warna, dan desain suaranya cocok untuk kisah tentang tubuh dan ritme yang mengambil alih.

Pembangunan dunianya adalah daya tarik lain. Penonton menggambarkannya kreatif dan absurd dengan cara yang terasa disengaja. Bagi siapa pun yang menyukai drama yang berani mengambil risiko, itu saja sudah cukup untuk membeli tiket.

  • Premis khas yang memperlakukan kerasukan sebagai budaya, bukan sekadar horor

  • Musik lintas genre yang memadukan gamelan, elektronika, dan instrumen langsung

  • Visi pribadi yang percaya diri dari Wregas Bhanuteja

Pemain dan Akting di Para Perasuk

Pemain Para Perasuk dipimpin Angga Yunanda sebagai Bayu Laksana, pemuda yang ambisinya terikat pada masalah uang yang nyata. Hal itu memberi penampilannya pusat yang membumi, sementara segala hal di sekitarnya menjadi surealis.

Maudy Ayunda memerankan Laksmi, dan Anggun hadir sebagai Guru Asri, nama yang menyiratkan otoritas spiritual. Chicco Kurniawan berperan sebagai Pawit Arifin, Bryan Domani sebagai Ananto, dan Indra Birowo sebagai Ayah Bayu. Anggun juga mengisi vokal untuk soundtrack, menurut FilmInk.

Riset yang kami miliki tidak membahas penampilan tiap pemain secara rinci, jadi kami tidak akan mengarang. Jajaran pemainnya tergolong mumpuni untuk drama Indonesia, dan materinya jelas menuntut akting yang fisik dan ritmis, sesuai dengan latar trans.

Kekurangan Para Perasuk

Keluhan utamanya ada pada penulisan. Ulasan The Display berpendapat bahwa film ini menunjukkan ambisi besar tetapi tidak dibangun di atas struktur plot yang padu, maupun latar belakang yang kuat untuk setiap karakter. Seorang pengguna IMDb juga menyayangkan aspek-aspek luar biasanya tertutupi oleh cerita yang mudah ditebak.

Ketegangan itu penting. Film seberani ini dalam suara dan konsep membutuhkan cerita yang sepadan, dan di sini plot penggusurannya justru bagian yang terasa familier. Jika Anda datang demi dramanya, karakter-karakternya mungkin terasa lebih tipis dibanding dunia di sekitarnya.

Secara visual, seorang pengulas menyebut film ini tidak menawarkan sinematografi atau efek yang luar biasa. Jangan berharap tontonan megah. Kekuatan film ini ada pada ritme, musik, dan suasana.

Apakah Para Perasuk Layak Ditonton?

Ya, jika Anda menginginkan drama Indonesia yang tidak biasa dan bisa menerima plot yang kurang rata. Film ini paling kuat ketika membiarkan pesta trans, musik, dan logika aneh desa itu mengambil alih. Skor penonton positif: pengguna IMDb memberi 7.8/10, sementara TMDB menunjukkan 7.6/10 dari jumlah suara yang kecil.

Film ini bukan tontonan penyenang massa yang konvensional, dan ceritanya mungkin terasa mudah ditebak begitu taruhannya jelas. Namun ambisinya nyata, dan sutradara dengan sudut pandang kuat selalu layak diperhatikan. Film ini tayang di Indonesia pada 23 April 2026, yang menjadi tanggal rilis Para Perasuk dalam catatan kami.

Jika Anda menyukai kisah yang berfokus pada karakter, review film drama kami punya rekomendasi lain. Untuk judul Indonesia terbaru dengan nuansa yang sangat berbeda, simak ulasan kami tentang Kado untuk Ibu. Anda juga bisa membuka halaman IMDb film ini untuk informasi lebih lanjut.

Siapa yang Akan Menikmati Para Perasuk

  • Penonton yang menyukai karya Wregas Bhanuteja yang inventif dan personal

  • Penggemar drama spiritual-folk yang lebih suka ketegangan perlahan daripada jump scare

  • Pencinta musik yang penasaran dengan komposisi yang memadukan gamelan dan elektronika

Kelebihan

  • Premis berani dan orisinal tentang trans dan kerasukan
  • Musik inventif yang memadukan gamelan dan elektronika
  • Rasa tempat dan atmosfer yang kuat
  • Jajaran pemain mumpuni yang dipimpin Angga Yunanda

Kekurangan

  • Cerita mudah ditebak di balik ambisinya
  • Karakter kurang tergali
  • Visual terkesan biasa menurut sebagian ulasan

Kesimpulan Kami

Para Perasuk adalah drama atmosferik yang ambisius, dengan musik yang menonjol dan suara khas. Plotnya kurang padu dibanding dunianya, tetapi film ini tetap layak ditonton.

Pemeran & Kru

Foto: Wregas Bhanuteja / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons, CaseyJNewell / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons, TMDB, Netmediatama / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan Para Perasuk dirilis?

Para Perasuk (2026) tayang di bioskop pada 23 April 2026.

Siapa sutradara Para Perasuk?

Para Perasuk (2026) disutradarai oleh Wregas Bhanuteja.

Siapa saja pemain Para Perasuk?

Pemain utamanya termasuk Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Chicco Kurniawan, dan Bryan Domani.

Berapa durasi Para Perasuk?

Para Perasuk (2026) berdurasi 119 menit (1j 59m).

Di mana Anda bisa menonton Para Perasuk?

Ketersediaan streaming berbeda di tiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terbaru.

Apakah Para Perasuk layak ditonton?

Ya, bagi penonton yang menyukai drama atmosferik yang berani. Musik dan dunianya mengesankan, meski ceritanya kurang padu.

Apakah Para Perasuk punya judul lain?

Ya. Film ini dirilis secara internasional dengan judul "Levitating".

Siapa bintang Para Perasuk?

Angga Yunanda memerankan Bayu Laksana, dengan Maudy Ayunda, Anggun, Chicco Kurniawan, Bryan Domani, dan Indra Birowo dalam jajaran pemain.

S

Ditulis oleh

Site Admin

Site Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.

Laporkan kesalahan

Jelajahi Lainnya

Lihat semua