

Review Pelangi di Mars: Robot Memukau, Penulisan Goyah
Pelangi di Mars (2026)
- 18 Maret 2026
- 1h 52m
- Indonesian
- Streaming
Di masa depan ketika manusia telah menetap di Mars, Pelangi yang berusia 12 tahun adalah orang pertama yang lahir dan tumbuh di sana. Bersama teman-teman robotnya, ia menjalankan misi melindungi pasokan air Bumi.
Oleh Site Admin · · 3 menit baca
Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.
Tonton Trailer

Official Trailer
YouTube
Rating kami
- Cerita5
- Akting5.8
- Visual7
- Penyutradaraan5.8
- Musik5.5
Cocok untuk: Keluarga dengan anak kecil dan penggemar fiksi ilmiah Indonesia
Cara kami memberi ratingDalam artikel ini
Review Pelangi di Mars ini dimulai dari kekuatan terbesar film tersebut: ambisi. Sutradara Upie Guava membawa seorang gadis kelahiran Mars dan teman-teman robotnya dalam petualangan luar angkasa yang mencoba memadukan animasi 3D dengan live action. Hasilnya adalah film keluarga yang memikat namun tidak merata.
Review Pelangi di Mars: Sekilas Ceritanya (Tanpa Spoiler)
Alur Pelangi di Mars berlatar masa depan ketika umat manusia terpaksa membangun koloni di Mars. Di pusatnya ada Pelangi, gadis 12 tahun dengan julukan unik: manusia pertama yang lahir dan tumbuh di planet merah. Bumi adalah rumah yang hanya pernah ia dengar ceritanya.
Pelangi bepergian bersama teman-teman robot dalam misi yang berkaitan dengan pasokan air Bumi. Taruhannya besar, dan film ini membingkainya sebagai sebuah perjalanan, bukan ceramah. Selebihnya lebih baik Anda temukan sendiri di layar.
Film ini juga dikenal secara internasional dengan judul Rainbow on Mars. Durasinya 112 menit dengan campuran genre petualangan, drama, keluarga, dan fiksi ilmiah. Tanggal rilis Pelangi di Mars di Indonesia adalah 18 Maret 2026.
Yang Berhasil di Pelangi di Mars
Ambisi visualnya menjadi daya tarik utama. Kritikus yang menyukai film ini menyoroti bagaimana elemen animasi 3D berpadu dengan akting live action tanpa terasa tempelan. Untuk film fiksi ilmiah keluarga Indonesia, ini lompatan skala yang nyata.
Robot-robotnya adalah sorotan lainnya. Para pengulas menyebut desain karakter sebagai salah satu fitur terbaik film ini, dan itu terlihat jelas. Mesin-mesin ini punya kepribadian, dan memberi Pelangi lingkaran pertemanan yang meyakinkan di tempat yang sepi.
Tampilan dan nuansa: Mars disajikan sebagai tempat yang ingin dijelajahi anak-anak.
Desain robot: Khas, ekspresif, dan mudah disayangi.
Premis berhati besar: Seorang anak yang memikul masa depan sebuah planet adalah gagasan yang sederhana dan efektif.
Pemeran dan Akting di Pelangi di Mars
Para pemeran Pelangi di Mars dipimpin Messi Gusti sebagai Pelangi, dengan Myesha Lin memerankan versi kecil karakter tersebut. Lutesha hadir sebagai Pratiwi, Rio Dewanto sebagai Banyu, dan Livy Renata sebagai Mirna. Kristo Immanuel mengisi suara Yoman.
Catatan kritis terhadap performa individu sangat sedikit, jadi wajar dikatakan aktingnya cukup memadai, bukan mencolok. Materinya lebih menuntut kehangatan dan rasa takjub ketimbang jangkauan dramatik. Akting suara dan adegan live action harus terasa berada di dunia yang sama, dan itu sebagian besar terpenuhi.
Di Mana Pelangi di Mars Tersandung
Penulisan adalah titik lemahnya. Satu ulasan berpendapat naskahnya terlalu condong ke penonton yang sangat muda, sehingga penonton yang lebih dewasa dan orang tua bisa selangkah lebih maju dari alurnya. Kritikus lain merasa cerita ini tidak memanfaatkan bahan-bahannya dengan baik.
Tempo dan fokus
Beberapa penonton menyoroti tempo dan cara latar Mars dimanfaatkan. Seorang pengulas Letterboxd merasa banyak adegan tidak perlu dan bisa dipangkas. Dengan durasi hampir dua jam, hal ini penting untuk film petualangan anak.
Skor penonton mencerminkan perbedaan pendapat itu. TMDB menampilkan 5 dari 10, tetapi hanya dari enam suara, jadi anggap ini sinyal awal. Rata-rata penilaian pengguna lain sangat bervariasi.
Apakah Pelangi di Mars Layak Ditonton?
Ya, jika Anda menonton bersama anak-anak kecil atau menikmati fiksi ilmiah Indonesia karena gagasan dan visualnya. Film ini unggul dalam imajinasi dan pesona robotnya, meski naskahnya tipis. Jika Anda mengharapkan penceritaan yang rapat atau drama luar angkasa yang canggih, Anda mungkin kecewa.
Film ini sejajar dengan karya genre lokal lain seperti Foufo, yang cocok bagi penonton yang penasaran dengan komedi fiksi ilmiah Indonesia. Untuk tontonan serupa, telusuri Review film keluarga dan Review film fiksi ilmiah. Anda juga bisa membuka halaman Pelangi di Mars di IMDb untuk informasi lebih lanjut.
Siapa yang Akan Menikmati Pelangi di Mars
Keluarga dengan anak kecil yang menyukai robot, luar angkasa, dan petualangan yang ringan.
Penonton yang menikmati eksperimen visual yang memadukan animasi dengan live action.
Penggemar sinema Indonesia yang penasaran melihat fiksi ilmiah lokal membidik lebih tinggi.
Kelebihan
- Perpaduan ambisius antara animasi 3D dan live action
- Desain robot yang berkesan dan ekspresif
- Premis petualangan yang jelas dan ramah anak
Kekurangan
- Penulisan terlalu condong ke penonton sangat muda
- Tempo menyeret dengan adegan-adegan yang terasa tidak perlu
- Latar Mars dan gagasan ceritanya kurang dimanfaatkan
Kesimpulan Kami
Pelangi di Mars memukau lewat visual dan robot-robotnya yang menggemaskan, tetapi naskahnya yang sederhana dan tidak merata menahan laju film ini. Film ini paling cocok untuk tontonan keluarga bersama penonton cilik.
Pemeran & Kru
- Upie GuavaSutradara
Messi GustiPelangi
LuteshaPratiwi
Rio DewantoBanyu
Livy RenataMirna
Myesha LinYoung Pelangi
Kristo ImmanuelYoman (voice)
Foto: TMDB, Viu Indonesia / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons, Netmediatama / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons, Sugeng1795 / CC0 via Wikimedia Commons
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Pelangi di Mars dirilis?
Pelangi di Mars (2026) tayang di bioskop pada 18 Maret 2026.
Siapa sutradara Pelangi di Mars?
Pelangi di Mars (2026) disutradarai oleh Upie Guava.
Siapa saja pemeran Pelangi di Mars?
Pemeran utamanya antara lain Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Livy Renata, dan Myesha Lin.
Berapa durasi Pelangi di Mars?
Pelangi di Mars (2026) berdurasi 112 menit (1j 52m).
Di mana saya bisa menonton Pelangi di Mars?
Ketersediaan streaming berbeda-beda di tiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terkini.
Apakah Pelangi di Mars layak ditonton?
Film ini layak dicoba oleh keluarga dan penggemar fiksi ilmiah yang visual. Robot dan efeknya menonjol, meski ceritanya sederhana dan temponya tidak merata.
Apakah Pelangi di Mars cocok untuk anak-anak?
Ya, film ini dibuat dengan penonton muda dalam benak. IMDb mencantumkan peringkat konten TV-G, meski tidak ditemukan peringkat MPAA.
Pelangi di Mars bercerita tentang apa?
Film ini mengikuti Pelangi, gadis 12 tahun yang lahir dan tumbuh di Mars. Bersama teman-teman robotnya, ia menjalankan misi menyelamatkan pasokan air Bumi.
Ditulis oleh
Site AdminSite Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.




