

Review Senin Harga Naik (7.6/10): Drama Lebaran Ibu dan Anak yang Hangat
Senin Harga Naik (2026)
- 18 Maret 2026
- 1h 56m
- Indonesian
- SU (Indonesia, all a
- Streaming
Mutia adalah agen properti ambisius yang meninggalkan ibunya, Retno, tiga tahun lalu setelah pertengkaran hebat soal kariernya. Kini promosi menjadi general manager bergantung pada satu syarat: mengosongkan lahan tempat rumah dan toko kue ibunya berdiri.
Oleh Site Admin · · 3 menit baca
Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.
Tonton Trailer

Official Trailer
YouTube
Rating kami
- Cerita7.3
- Akting8.3
- Visual7.4
- Penyutradaraan7.5
- Soundtrack7.3
Cocok untuk: Penggemar drama keluarga yang menyentuh
Cara kami memberi ratingDalam artikel ini
Review Senin Harga Naik ini dimulai dari pertanyaan sederhana: apa yang rela Anda korbankan demi maju? Drama komedi Indonesia karya Dinna Jasanti mengubah pertanyaan itu menjadi kisah keluarga tentang gengsi, uang, dan dapur seorang ibu. Film ini hadir dengan kehangatan musim Lebaran dan bobot emosi yang lebih besar daripada yang disiratkan judulnya yang ringan.
Review Senin Harga Naik: Sekilas Ceritanya (Tanpa Spoiler)
Mutia (Nadya Arina) bekerja di bidang penjualan properti. Beberapa tahun lalu ia bertengkar hebat dengan ibunya, Retno, yang tidak mengerti mengapa putrinya memilih karier ini alih-alih jalur farmasi yang ia pelajari. Mutia pergi dari rumah dan membangun hidup dengan caranya sendiri.
Tiga tahun kemudian, kerja kerasnya berbuah tawaran menjadi general manager. Namun ada syaratnya. Ia harus mengosongkan lahan tempat rumah dan toko kue ibunya berdiri agar bisa dikembangkan.
Premis itulah penggerak film ini. Mutia terpaksa pulang, menghadapi orang yang pernah ia tinggalkan, dan memutuskan arti sukses yang sebenarnya. Premisnya jelas, personal, mudah diikuti, dan membuka ruang untuk tawa sekaligus air mata. Jika Anda suka , premis ini patut dilirik.
Yang Berhasil di Senin Harga Naik
Gagasan terbaik dalam naskah Rino Sarjono adalah konfliknya bukan pertarungan penjahat melawan pahlawan. Kedua perempuan ini punya perasaan yang sah, dan keduanya sama-sama keras kepala. Itu membuat benturan mereka terasa nyata, bukan dibuat-buat.
Film ini juga menyeimbangkan nadanya dengan baik. Ia drama terlebih dahulu, tetapi para penggemar akan menemukan momen ringan yang meredakan ketegangan tanpa merusaknya.
Kelebihan lainnya meliputi:
Konflik keluarga yang jelas dan mudah dipahami tentang ambisi versus kesetiaan.
Nuansa visual dan desain suara yang mendukung suasana emosional, hal yang juga dicatat seorang reviewer Indonesia.
Durasi 116 menit yang sebagian besar menjaga cerita tetap bergerak.
Latar toko kue menambah tekstur. Toko kue keluarga memberi cerita jantung yang hidup dan sarat indra, sekaligus membuat taruhan pengosongan lahan mudah dipahami.
Pemeran dan Penampilan di Senin Harga Naik
Jajaran pemeran Senin Harga Naik dipimpin Nadya Arina sebagai Mutia dan Meriam Bellina sebagai Retno. Arina memerankan perempuan pekerja keras yang rasa percaya dirinya menyembunyikan rasa bersalah, dan ia menjaga Mutia tetap menimbulkan simpati meski pilihan-pilihannya sulit disukai.
Bellina adalah yang paling menonjol. Seorang penonton di TMDB berpendapat aktingnya layak masuk nominasi Piala Citra, dan ia sudah memenangkan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Bandung lewat peran ini. Pengakuan itu sejalan dengan apa yang tampak di film: ia memerankan Retno dengan perpaduan rasa sakit, humor, dan martabat.
Para pemeran pendukung melengkapi dunia keluarga ini:
Andri Mashadi sebagai Amal
Nayla Purnama sebagai Tasya
Givina sebagai Taris
Adam Xavier sebagai Alviero
Mereka memberi film ini lingkaran orang yang meyakinkan di sekitar dua tokoh utamanya.
Di Mana Senin Harga Naik Tersandung
Risiko terbesar film ini adalah keakrabannya. Kisah anak pengejar karier yang kembali kepada orang tuanya sudah sering dibuat, dan penonton yang pernah menyaksikan drama keluarga serupa mungkin bisa menebak ke mana emosinya bermuara.
Judulnya juga bisa menyesatkan. Senin Harga Naik terdengar seperti komedi murni, tetapi film ini lebih mengandalkan perasaan daripada lelucon. Penonton yang mengharapkan tawa tanpa henti mungkin mendapati film ini lebih serius dari dugaan.
Ulasan kritikus sejauh ini masih sedikit, sehingga belum ada kesepakatan soal kelemahannya. Meski begitu, cerita yang bertumpu pada satu konflik utama bisa terasa melar di durasi hampir dua jam, dan beberapa adegan mungkin berlangsung lebih lama dari yang perlu.
Apakah Senin Harga Naik Layak Ditonton?
Ya, Senin Harga Naik layak ditonton jika Anda suka kisah keluarga yang menyentuh dengan sentuhan humor. Tanggapan penonton positif: IMDb menunjukkan 7.6, rata-rata Letterboxd 3.43 dari 5, dan KapanLagi.com memberi nilai 8.8/10. Angka-angka itu berasal dari sampel kecil, tetapi arahnya sama.
Yang membedakannya adalah ketulusannya. Dinna Jasanti menyutradarai dengan tangan mantap, memberi ruang bagi para pemain untuk bernapas, dan menjaga pertanyaan utamanya tetap di depan. Film ini tidak menemukan kembali genrenya, tetapi menjalankan tugasnya dengan penuh perhatian.
Jika Anda mencari tontonan yang menenangkan namun bermakna, film ini memenuhinya. Jelajahi lebih banyak pilihan film berbahasa Indonesia seperti Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? untuk kisah ibu dan anak yang serupa. Untuk informasi latar, lihat halaman TMDB Senin Harga Naik.
Siapa yang Akan Menikmati Senin Harga Naik
Penggemar drama keluarga tentang orang tua, anak, dan pilihan yang sulit.
Penonton yang menyukai film musim Lebaran Indonesia yang penuh humor dan hati.
Siapa pun yang ingin melihat penampilan kuat Meriam Bellina yang meraih penghargaan.
Tanggal rilis Senin Harga Naik di Indonesia adalah 18 Maret 2026. Film ini berklasifikasi semua umur dari lembaga sensor film Indonesia, sehingga cocok untuk sebagian besar tontonan keluarga.
Kelebihan
- Penampilan kuat Meriam Bellina yang meraih penghargaan
- Konflik ibu dan anak yang dekat dengan kehidupan nyata dan punya taruhan yang jelas
- Humor ringan menyeimbangkan drama emosional
- Latar toko kue yang hangat dengan suasana yang pas
Kekurangan
- Alur cerita yang sudah familier
- Judulnya menyiratkan komedi yang lebih banyak daripada yang disajikan
- Terasa panjang dengan durasi 116 menit
Kesimpulan Kami
Senin Harga Naik adalah drama keluarga yang tulus dan dimainkan dengan baik, dengan humor secukupnya agar tetap ringan. Alurnya sudah akrab, tetapi akting Meriam Bellina memberinya hati yang nyata.
Pemeran & Kru
Dinna JasantiSutradara
Nadya ArinaMutia
Meriam BellinaRetno
Andri MashadiAmal
Nayla PurnamaTasya
GivinaTaris
Adam XavierAlviero
Foto: TMDB, Netmediatama / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Senin Harga Naik dirilis?
Senin Harga Naik (2026) tayang di bioskop pada 18 Maret 2026.
Siapa sutradara Senin Harga Naik?
Senin Harga Naik (2026) disutradarai oleh Dinna Jasanti.
Siapa saja pemeran Senin Harga Naik?
Pemeran utamanya antara lain Nadya Arina, Meriam Bellina, Andri Mashadi, Nayla Purnama, dan Givina.
Berapa durasi Senin Harga Naik?
Senin Harga Naik (2026) berdurasi 116 menit (1j 56m).
Apa klasifikasi usia Senin Harga Naik?
Senin Harga Naik (2026) berklasifikasi SU (Indonesia, all a.
Di mana saya bisa menonton Senin Harga Naik?
Ketersediaan streaming berbeda di tiap wilayah — lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terkini.
Siapa bintang Senin Harga Naik?
Nadya Arina memerankan Mutia dan Meriam Bellina memerankan ibunya, Retno. Pemeran lainnya meliputi Andri Mashadi, Nayla Purnama, Givina, dan Adam Xavier.
Apakah Senin Harga Naik cocok untuk anak-anak?
Lembaga Sensor Film Indonesia menggolongkannya dalam kategori Semua Umur. Daftar di Malaysia menunjukkan klasifikasi P12, jadi orang tua mungkin perlu memeriksa panduan setempat.
Apakah Senin Harga Naik komedi atau drama?
Film ini drama komedi yang lebih mengandalkan emosi daripada tawa besar. Humornya hadir untuk meringankan kisah tentang konflik keluarga.
Ditulis oleh
Site AdminSite Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.




