

Review Tanah Runtuh: Vino G. Bastian Pimpin Drama Poso yang Menyentuh
Tanah Runtuh (2026)
- 25 Juni 2026
- 1h 53m
- Indonesian
- 13+
- Streaming
Saat kerusuhan bernuansa agama pecah di Poso, Sulawesi Tengah, seorang bocah bernama Kai dan kakaknya, Ringgo, yang mengidap sindrom Down, terpisah dari ibu mereka. Dalam pencarian itu, mereka bertemu Idham, seorang polisi yang bertugas menangani kerusuhan. Film ini mengikuti ketiganya yang berusaha menemukan sang ibu.
Oleh Site Admin · · 3 menit baca
Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.
Tonton Trailer

Official Trailer
YouTube
Rating kami
- Cerita7
- Akting7
- Visual6.6
- Penyutradaraan6.8
- Musik6.5
Cocok untuk: Penggemar drama keluarga Indonesia yang emosional
Cara kami memberi ratingDalam artikel ini
Review Tanah Runtuh ini mengulas drama kemanusiaan karya Rudi Soedjarwo yang berlatar kerusuhan bernuansa agama di Poso, Sulawesi Tengah. Film ini mengikuti dua kakak beradik yang kehilangan ibu mereka di tengah kekacauan, dan seorang polisi yang melintas di jalur mereka. Sambutan kritikus masih minim, jadi ini adalah gambaran awal tentang apa yang ingin dicapai film ini.
Review Tanah Runtuh: Alur Cerita Sejauh Ini (Tanpa Spoiler)
Alur Tanah Runtuh dimulai di tengah pergolakan. Kai, seorang bocah, dan kakaknya, Ringgo, yang mengidap sindrom Down, terpisah dari ibu mereka saat kerusuhan Poso pecah. Di tengah kota yang kacau, kedua kakak beradik ini harus mencari jalan sendiri.
Lalu mereka bertemu Idham, seorang polisi yang bertugas menangani kekerasan. Ia menjadi penghubung mereka menuju keselamatan dan pencarian sang ibu. Tagline-nya, "Tanah bisa runtuh, tapi harapan tak boleh patah," menggambarkan nuansa filmnya: kisah tentang berpegang pada orang-orang tercinta saat segalanya di sekitar runtuh.
Di beberapa basis data, film ini dirilis secara internasional dengan judul "Landslide". Durasinya 113 menit, dan tanggal rilis Tanah Runtuh adalah 25 Juni 2026. Film ini mendapat klasifikasi 13+ dari lembaga sensor Indonesia.
Kelebihan Tanah Runtuh
Premis adalah kartu terkuat film ini. Pencarian seorang ibu yang hilang sederhana dan langsung mudah dipahami, dan menempatkannya dalam periode konflik nyata memberinya bobot tanpa perlu plot rumit. Penonton yang mencari kisah berskala manusiawi tentang gejolak masa perang akan menemukan alur emosional yang jelas.
Keputusan menjadikan salah satu kakak beradik sebagai karakter dengan sindrom Down juga menjanjikan. Kepedulian, perlindungan, dan kesetiaan ditempatkan di jantung perjalanan, bukan sekadar catatan pinggir. Respons awal penonton di Letterboxd menyebut film ini memilukan dan penuh cinta, yang sejalan dengan materinya.
Soedjarwo adalah sineas Indonesia berpengalaman, dan premis ini cocok untuk sutradara yang piawai menangani drama ansambel. Naskah yang ditulis Oka Aurora, S. Dipodiputro, dan Salsa Wahyudi membangun cerita tentang tiga orang yang dipertemukan oleh keadaan. Itu mesin yang andal untuk drama semacam ini.
Pemeran dan Akting Tanah Runtuh
Jajaran pemeran Tanah Runtuh dipimpin Vino G. Bastian sebagai Idham, sang polisi. Bastian adalah wajah yang akrab di perfilman Indonesia, dan peran aparat yang terseret melindungi dua anak yang tersesat cocok untuk aktor drama yang matang.
Yoan Cocohamida berperan sebagai Kai, dan Ridho Khaliq sebagai Ringgo. Ikatan keduanya adalah inti film, sehingga ceritanya bergantung pada seberapa meyakinkan hubungan persaudaraan mereka. Sigi Wimala tampil sebagai Emmy, dengan Nizar Umar sebagai Aryo dan Jerry Likumahwa sebagai Roni di peran pendukung.
Saya belum bisa menilai bagaimana tiap penampilan bekerja sepanjang durasi penuh. Yang tersirat dari pemilihan pemerannya adalah film yang bertumpu pada wajah dan hubungan antartokoh, bukan tontonan megah. Penggemar Bastian tentu ingin melihat bagaimana ia membawakan peran yang lebih tenang dan protektif.
Kekurangan Tanah Runtuh
Peringatan utamanya adalah masih banyaknya hal yang belum diketahui. Belum ada ulasan kritikus besar atau skor agregat, dan satu-satunya skor penonton di TMDB adalah 5/10 dari dua suara, jauh terlalu sedikit untuk menarik kesimpulan. Siapa pun yang mencari konsensus belum akan menemukannya.
Ada pula risiko bawaan genre. Kisah anak-anak yang tersesat dalam konflik bisa terlalu bersandar pada sentimen, dan durasi 113 menit membuka ruang bagi struktur pencarian terasa repetitif. Menggarap periode kekerasan sektarian yang nyata juga menuntut kehati-hatian, dan penonton sebaiknya menilai sendiri seberapa berimbang film ini terasa.
Liputan promosi sejauh ini berfokus pada trailer dan poster, yang menggambarkan film ini sebagai drama kemanusiaan. Itu memberi tahu kita niatnya, bukan eksekusinya.
Apakah Tanah Runtuh Layak Ditonton?
Ya, jika Anda menyukai drama Indonesia yang emosional dan berfokus pada sisi manusia, apakah Tanah Runtuh layak ditonton bisa dijawab dengan "ya" yang hati-hati. Premisnya kuat, pemerannya solid, dan respons awal penonton menunjukkan film yang hangat dan menyentuh.
Ketiadaan ulasan profesional membuat ekspektasi sebaiknya tetap terukur. Harapkan kisah tulus yang digerakkan karakter, bukan epik perang yang megah. Jika itu sesuai selera Anda, film ini pilihan menjanjikan untuk malam yang tenang.
Untuk tontonan dengan nuansa keluarga yang serupa, review Istimewa kami membahas drama Indonesia terbaru lainnya. Untuk melihat perbandingan sutradara dan nuansa film ini dengan rilisan lain, Anda juga bisa membuka halaman Tanah Runtuh di TMDB.
Siapa yang Akan Menikmati Tanah Runtuh
Penggemar drama Indonesia yang menyukai kisah emosional dan berfokus pada karakter.
Penonton yang mengikuti karya Vino G. Bastian dan Rudi Soedjarwo.
Penonton yang tertarik pada kisah keluarga dan bertahan hidup di tengah pergolakan sejarah yang nyata.
Kelebihan
- Premis emosional yang jelas tentang pencarian seorang ibu
- Menyoroti karakter kakak dengan sindrom Down secara inklusif
- Dibintangi Vino G. Bastian yang berpengalaman
Kekurangan
- Nyaris belum ada ulasan kritikus atau skor yang bisa diandalkan
- Berisiko terlalu sentimental untuk cerita berlatar konflik
- Struktur pencarian bisa terasa repetitif selama 113 menit
Kesimpulan Kami
Tanah Runtuh tampak seperti drama tulus yang menyentuh dengan premis kemanusiaan yang kuat. Karena ulasan kritikus masih sangat sedikit, sebaiknya tonton dengan ekspektasi yang terukur namun hangat.
Pemeran & Kru
Rudi SoedjarwoSutradara
Vino G. BastianIdham
Sigi WimalaEmmy
Yoan CocohamidaKai- Ridho KhaliqRinggo
- Nizar UmarAryo
Jerry LikumahwaRoni
Foto: TMDB, medcom id / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Tanah Runtuh dirilis?
Tanah Runtuh (2026) dirilis di bioskop pada 25 Juni 2026.
Siapa sutradara Tanah Runtuh?
Tanah Runtuh (2026) disutradarai oleh Rudi Soedjarwo.
Siapa saja pemain Tanah Runtuh?
Para pemain utamanya meliputi Vino G. Bastian, Sigi Wimala, Yoan Cocohamida, Ridho Khaliq, dan Nizar Umar.
Berapa durasi Tanah Runtuh?
Tanah Runtuh (2026) berdurasi 113 menit (1j 53m).
Apa klasifikasi usia Tanah Runtuh?
Tanah Runtuh (2026) berklasifikasi 13+.
Di mana saya bisa menonton Tanah Runtuh?
Ketersediaan streaming berbeda di tiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terkini.
Siapa bintang Tanah Runtuh?
Vino G. Bastian memerankan polisi bernama Idham. Yoan Cocohamida dan Ridho Khaliq berperan sebagai kakak beradik Kai dan Ringgo, dengan Sigi Wimala sebagai Emmy.
Tanah Runtuh bercerita tentang apa?
Film ini mengisahkan dua kakak beradik yang terpisah dari ibu mereka saat kerusuhan Poso di Sulawesi Tengah. Dalam pencarian itu, mereka bertemu seorang polisi bernama Idham.
Apakah Tanah Runtuh cocok untuk anak-anak?
Lembaga Sensor Film Indonesia mengklasifikasikannya untuk penonton usia 13 tahun ke atas. Tema kerusuhan dan konflik membuat orang tua sebaiknya memeriksanya terlebih dahulu.
Ditulis oleh
Site AdminSite Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.




